Minggu, 25/02/2024 - 10:11 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Dokter Paru: Mycoplasma Pneumonia Jarang Terjadi di Indonesia

ADVERTISEMENT

Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan Jakarta Erlina Burhan.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

JAKARTA — Dokter paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dokter Erlina Burhan mengatakan Mycoplasma pneumonia memiliki gejala yang ringan dengan kejadian jarang di Indonesia. Sehingga pasien yang terkena umumnya tidak memerlukan perawatan medis khusus.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

“Perlu disampaikan bahwa Mycoplasma pneumonia sudah lama ada di Indonesia, namun gejalanya sangat ringan dan kejadiannya jarang dan pasien juga tidak dirawat sehingga tidak perlu menjadi perhatian khusus,” kata dia dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (30/11/2023).

ADVERTISEMENT

Dia menegaskan karakteristik wabah pneumonia misterius yang sedang terjadi di China menunjukkan perbedaan yang signifikan jika dibandingkan dengan kondisi long COVID-19.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Gula Darah Pengidap Diabetes Bisa Normal Lagi, Bagaimana Cara Menurunkannya?

Mycoplasma pneumonia ini beda dengan kondisi long COVID-19, kalau long COVID-19 di mana gejala masih ada meskipun hasil tes telah negatif,” ujarnya.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

Menurut dia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) perlu menyelenggarakan seminar atau simposium guna memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terlalu cemas dengan pneumonia misterius tersebut yang sebenarnya sudah ada di Indonesia sejak lama. Meski demikian, Erlina menegaskan pentingnya menjaga sistem kekebalan tubuh sebagai upaya pencegahan yang efektif.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

“Kita belajar dari pandemi COVID-19, masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker,” katanya.

Ia menegaskan tidak ada kebutuhan untuk melarang warga negara asal China memasuki Indonesia. Namun, imbauan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencegah orang yang sedang sakit melakukan perjalanan, diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran wabah penyakit ke Indonesia.

Berita Lainnya:
Waspada, Rokok dan Vape Bisa Picu Kanker Laring

Hingga saat ini, kata dia, informasi mengenai hubungan antara bakteri pneumonia di Indonesia dengan yang ada di China masih perlu diteliti lebih lanjut untuk pemahaman yang lebih mendalam.

Kementerian Kesehatan telah melakukan sejumlah upaya mitigasi untuk mengantisipasi merebaknya Mycoplasma pneumonia di Indonesia, salah satunya dengan menerbitkan Surat Edaran No. PM.03.01/C/4732/2023 tentang Kewaspadaan Terhadap Kejadian Mycoplasma Pneumonia di Indonesia.

 

sumber : antara

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi