Minggu, 25/02/2024 - 10:03 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

Inilah yang Bergejolak dalam Tubuh Seseorang yang Berniat Bunuh Diri

ADVERTISEMENT

 JAKARTA — Banyak faktor yang membuat seseorang untuk memutuskan bunuh diri. Fenomena ini juga menyerang anak muda saat ini dengan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebut 44 persen siswa sekolah menengah atas melaporkan merasa putus asa dalam satu tahun terakhir. Satu dari lima remaja pernah mempertimbangkan untuk bunuh diri selama pandemi.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Sebelum pandemi, sekitar 45 ribu orang dewasa melakukan bunuh diri dan lebih dari 1,2 juta orang dewasa mempertimbangkan untuk bunuh diri berdasarkan data dari American Foundation for Suicide Prevention. Lantas, apa yang menyebabkan seseorang melakukan bunuh diri? 

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Dilansir Psychology Today, Kamis (30/11/2023), kecenderungan bunuh diri merupakan reaksi terhadap berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidup. Misalnya, depresi berat yang dialami sejumlah remaja merupakan dampak dari perceraian orang tua mereka, pelecehan seksual, kehilangan anggota keluarga secara tiba-tiba, atau perundungan.

ADVERTISEMENT
Berita Lainnya:
Jabodetabek Diguyur Hujan pada Hari Pencoblosan

Tidak ada seorang pun yang memilih untuk bunuh diri. Pikiran seperti ini sering kali berkembang seiring berjalannya waktu, terutama ketika perasaan dan kepedihan emosional terkubur.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

Dikutip dari Psychiatric Times, para peneliti telah lama berspekulasi tentang langkah-langkah yang menyebabkan seseorang melakukan bunuh diri. Ada sejumlah teori yang berupaya menjelaskan prosesnya. Dalam artikelnya pada tahun 1990, psikolog sosial Roy Baumeister, PhD, menggambarkan bunuh diri sebagai rangkaian peristiwa yang dirancang untuk melarikan diri dari kesadaran diri yang tidak menyenangkan. 

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

Menurut Baumeister, jalan menuju bunuh diri dimulai ketika peristiwa-peristiwa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan seseorang. Menyalahkan diri sendiri atas peristiwa-peristiwa ini akan segera terjadi, bersamaan dengan rasa kesadaran diri dan kebencian terhadap diri sendiri yang hampir menyakitkan. Hal ini menciptakan perasaan negatif yang begitu kuat sehingga seseorang akan melakukan apa pun untuk menghindarinya. 

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action
Berita Lainnya:
Erupsi Gunung Marapi Masih akan Berlanjut?

Dengan mengesampingkan kesadaran diri dan emosi apa pun, seseorang bisa menjadi tidak rasional dan tidak punya hambatan. Apa pun mungkin terjadi dan bunuh diri dipandang sebagai langkah alami untuk melarikan diri dari diri sendiri dan rasa sakit yang mereka rasakan.

Dalam bukunya tahun 2007, Why People Die by Suicide, Thomas Joiner, PhD, mengidentifikasi dua faktor yang berkontribusi terhadap pikiran untuk bunuh diri. Pertama, orang yang ingin bunuh diri percaya bahwa mereka adalah beban bagi orang lain, sebuah persepsi yang sering kali dikaburkan oleh perasaan depresi dan kecemasan. Kedua, mereka mengalami rasa memiliki yang digagalkan, ditunjukkan dengan menarik diri dari ikatan sosial. Hal ini dapat mencakup kehilangan keluarga, teman, dan kolega, baik karena kematian, perceraian, perpisahan, atau konflik. 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi