Minggu, 25/02/2024 - 22:16 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Ngantuk Setelah Makan, Bisa Jadi Anda Mengalami Food Coma, Apa Itu?

ADVERTISEMENT

Seorang wanita mengantuk setelah makan (ilustrasi). Kondisi mengantuk setelah makan disebut food coma.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

JAKARTA — Setelah makan sejumlah orang merasakan ngantuk, khususnya jika makan dalam porsi banyak. Menurut dokter, makanan yang banyak mengandung karbohidrat kemungkinan besar menjadi penyebabnya.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Situasi ini biasa disebut dengan food coma. Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang food coma agar bisa membedakan antara fakta dan fiksi.

ADVERTISEMENT

Food coma atau kantuk setelah makan juga dikenal dengan kantuk pascamakan (postprandial somnolence). Ahli gastroenterology di Gastro Health dr Deepinder Goyal mengatakan, mengonsumsi makanan kaya triptofan atau makan dalam porsi besar semuanya dapat memicu food coma.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Alami Dua dari Tiga Tanda Ini, Bisa Jadi Anda Kena Kusta

“Semakin besar porsi makan, semakin banyak darah yang masuk ke usus untuk membantu pencernaan. Lebih sedikit darah di otak sehingga Anda merasa lebih mengantuk. Namun, kualitas tidur Anda yang sebenarnya mungkin terganggu oleh konsumsi alkohol dan gangguan pencernaan dari semua makanan yang Anda makan,” katanya.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

 

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Karbohidrat adalah penyebab sebenarnya

Kentang tumbuk, ubi jalar, roti gulung, dan pai mengandung karbohidrat yang kemungkinan besar akan merusak gula darah. Dokter di Rumah Sakit Brigham dan Wanita di Boston dr Rich Joseph mengatakan makanan dengan indeks glikemik yang lebih tinggi cenderung menyebabkan lebih banyak lonjakan dan penurunan gula darah.

Berita Lainnya:
Dinkes Ajak Perempuan Jangan Ragu Periksakan Payudara

Joseph menyebut, ada cara untuk membantu melawan beberapa efek lesu dari karbohidrat. Misalnya menambahkan sedikit serat dari salad atau sajian sayuran.

“Jika makanannya dalam jumlah besar yang terdiri dari berbagai karbohidrat, lemak, dan protein, kemungkinan besar hal tersebut tidak akan menyebabkan lonjakan gula darah secara agresif. Terutama jika Anda mengonsumsi protein dan lemak sebelum karbohidrat manis,” ujar dia.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi