Selasa, 27/02/2024 - 00:15 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Deputi Gubernur BI Tekankan Tiga Aspek untuk Kemajuan Ekonomi Kreatif

ADVERTISEMENT

Deputy Chief of Mission KBRI Tokyo John Tjahjanto Boestami, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi (dari kiri) menunjukkan produk halal Indonesia usai peresmian vending machine halal di KBRI Tokyo, Jepang, Senin (12/6/2023).

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

 PADANG — Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung menekankan tiga aspek yang harus diimplementasikan oleh setiap pelaku usaha untuk memajukan ekonomi kreatif di Tanah Air.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

“Pertama adalah inovasi,” kata Deputi Gubernur BI Juda Agung usai membuka kegiatan Sumbar CreatiFest 2023 di Padang, Jumat (1/12/2023).

ADVERTISEMENT

Juda menganalogikan inovasi merupakan jantung bagi industri ekonomi kreatif. Sebab, tanpa inovasi maka industri kreatif akan sulit berkembang atau tidak eksis.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Libur Panjang, 181 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Dengan terus berinovasi maka setiap industri kreatif dapat menghasilkan produk dan layanan yang lebih baik sehingga mampu memenuhi berbagai kebutuhan konsumen.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

“Oleh karena itu, saya berpesan agar pelaku industri kreatif untuk terus memantau apa saja kebutuhan konsumen,” kata Juda.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Menurut dia, dengan teknologi informasi yang didukung beragam platform media sosial, setiap pelaku usaha akan lebih mudah mengetahui apa saja kebutuhan masyarakat (konsumen).

Kedua, Juda menegaskan setiap pelaku usaha harus menguasai digitalisasi. Sebab, saat ini dunia semakin terhubung secara digital. Oleh karena itu, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang melek teknologi akan lebih kompetitif dibandingkan yang tidak cakap digitalisasi.

Berita Lainnya:
Tarif Tol Surabaya-Gresik Naik Mulai 4 Februari 2024

“Digitalisasi ini akan berkaitan dengan apa saja misalnya pembayaran, pengelolaan keuangan hingga pemasaran produk,” ujarnya.

Terakhir, Direktur Eksekutif Internasional Monetary Fund (IMF) di Washington DC, Amerika Serikat periode 2017-2019 itu mengatakan setiap pelaku usaha harus mulai berani pada orientasi ekspor.

Lulusan University of Birmingham itu mengatakan pasar global menawarkan peluang yang sangat besar terhadap UMKM Indonesia untuk berkembang pesat.

“Dengan berorientasi global, maka UMKM dapat mengeksplorasi pasar baru, menjalin kemitraan internasional serta meningkatkan daya saing di kancah global,” jelas dia.

Akan tetapi, ia mengingatkan untuk menuju level internasional maka keberlanjutan dan kualitas produksi termasuk skala produksi menjadi faktor utama yang harus diperhatikan.

sumber : Antara

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi