Selasa, 27/02/2024 - 20:49 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Indonesia Ajukan Gugatan ke Uni Eropa Terkait Baja Nirkarat

ADVERTISEMENT

Ilustrasi Seorang pekerja mengecek baja lembaran di pabrik baja (ilustrasi).

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

 JAKARTA — Pemerintah Indonesia secara resmi telah mengajukan gugatan terhadap Uni Eropa terkait dengan pengenaan bea masuk antidumping (BMAD) baja nirkarat ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Perjanjian Internasional Bara Krishna Hasibuan mengatakan kasus ketiga Indonesia di WTO ini berkaitan produk lempeng baja canai dingin nirkarat (stainless steel cold-rolled flat/SSCRF).

ADVERTISEMENT

“Kita mengajukan case ketiga. Jadi, mereka meng-imposed UE (Uni Eropa) additional import duty,” ujar Bara saat berbincang di Timika, Papua Tengah, Ahad (3/12/2023).

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Menlu Prancis: Tak Boleh Ada Pengusiran Warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat

Uni Eropa mengenakan bea masuk penyeimbang (BMP) atau countervailing duty atas SSCRF India dan Indonesia. BMP yang dikenakan ke Indonesia sebesar 21 persen dan India 7,5 persen, sedangkan BMAD yang dikenakan Uni Eropa sebesar 10,2 sampai 31,5 persen sejak 2021.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

Bara mengatakan Indonesia dituding mendapat subsidi dari pemerintah Cina lantaran negara tersebut mendirikan perusahaan baja di Tanah Air. “Bagi UE itu unfair practices, jadi sama saja UE membeli produk Cina, tapi pabriknya di Indonesia, tapi disubsidi oleh Pemerintah Cina. Mungkin tahun depan dibahas, kita sudah ajukan secara resmi,” kata Bara.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action
Berita Lainnya:
Dokter-dokter Myanmar Selamatkan Nyawa Para Pejuang Pro-Demokrasi

Bara menyampaikan saat ini permintaan ekspor baja ke Eropa sedang meningkat. Dengan adanya BMAD dan BMP, kerugian yang dialami Indonesia dalam setahun bisa mencapai 40 juta euro atau Rp 569,1 miliar.

sumber : Antara

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi