Senin, 26/02/2024 - 04:52 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

Bahaya Terbesar Ketika Mendaki Gunung, Peringatan untuk Pendaki

ADVERTISEMENT

JAKARTA — Pendakian gunung menawarkan petualangan luar biasa. Namun secara bersamaan, tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan ini membawa risiko besar.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Dilansir Mountain Homies pada Selasa (5/12/2023), berikut beberapa bahaya terbesar yang perlu diwaspadai bagi pencinta alam sebelum melibatkan diri dalam pendakian gunung:

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

1. Terjatuh

ADVERTISEMENT

Bahaya paling nyata dan seringkali mematikan adalah risiko terjatuh. Permukaan batuan kasar dan curam dapat membuat pendaki rentan terhadap patah tulang atau bahkan kematian.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

2. Paparan dan radang dingin

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

Paparan terhadap suhu ekstrem dan angin kencang dapat menyebabkan radang dingin yang mematikan. Pendaki perlu memperlakukan risiko iklim sebagai ancaman nyata.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action
Berita Lainnya:
Berkendara Saat Musim Hujan, Ini Perlengkapan yang tak Boleh Dilupakan Pengendara

3. Batuan jatuh

Batuan yang tidak dapat diprediksi dapat menjadi bahaya serius, terutama dalam kondisi cuaca buruk atau di ketinggian.

4. Dehidrasi dan kelelahan

Kondisi kering dan “tipis oksigen” di ketinggian dapat menyebabkan dehidrasi yang serius. Kelelahan berlebihan juga dapat menjadi risiko kesehatan yang signifikan.

5. Punggung gunung

Meskipun indah saat cuaca baik, punggung gunung dapat menjadi sangat berbahaya saat terkena angin kencang. Risiko jatuh dari punggung gunung sangat tinggi.

6. Mengikat simpul tali yang salah

Kesalahan dalam menangani tali dapat menyebabkan kecelakaan serius. Memeriksa simpul secara berkala dan berhati-hati dengan tali sangat penting.

7. Penyakit ketinggian dan halusinasi

Ketinggian dapat menyebabkan penyakit serius seperti edema paru dan edema serebral. Halusinasi juga dapat muncul, memperburuk keadaan kesehatan mental pendaki.

Berita Lainnya:
Setelah 10 Hari tanpa Reaksi, Gunung Marapi Sumbar Kembali Erupsi

8. Risiko terjebak di erupsi

Di Indonesia, masih cukup banyak gunung api yang masih aktif yang perlu diwaspadai pendaki. Ketika mendaki gunung yang masih aktif, risiko terjebak di tengah erupsi mungkin terjadi. Hal ini seperti yang dialami para pendaki di Gunung Marapi, Sumatra Barat. Akibat kejadian tersebut, sejauh ini 13 pendaki dinyatakan meninggal dunia.

Sebelum terlibat dalam pendakian gunung, penting bagi para pendaki untuk memiliki kesadaran penuh bahaya yang mungkin dihadapi. Langkah-langkah persiapan, termasuk pemeriksaan kondisi cuaca, pelatihan fisik, dan peralatan keselamatan yang tepat, dapat mengurangi risiko dan menjadikan pengalaman pendakian lebih aman dan memuaskan.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi