Senin, 04/03/2024 - 08:58 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Serikat Pekerja Sebut Pengusaha Berlebihan Kaitkan Boikot Pro-Israel Picu PHK

Caleg PDIP Maidestal Hari Mahesa menggelar demo boikot produk terafiliasi Israel di depan outlet Starbucks, Pizza Hut, dan McDonald

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

JAKARTA — Presiden Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek), Mirah Sumirat menilai, kalangan pengusaha terlalu berlebihan menyampaikan kekhawatiran gerakan boikot produk pro-Israel bisa menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Dia menilai, sebelum ada gerakan boikot, PHK selalu terjadi dan dapat dilakukan dengan mudah.

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

“Saya melihat ini terlalu berlebihan apa yang dikhawatirkan para pengusaha terkait aksi boikot. Sepertinya kayak ancaman, mau ada boikot atau tidak PHK itu pasti terjadi dan sudah berlangsung lama,” ucap Mirah kepada Republika.co.id di Jakarta, Selasa (5/12/2023).

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj
Berita Lainnya:
BPOLBF: Budaya Manggarai Jadi Basis Nilai Pengembangan Parapuar

Mirah menegaskan, selama ini gerakan boikot secara massif hanya terjadi pada situasi tertentu dan tidak berlangsung dalam tahunan. Semestinya, sambung dia, pengusaha tak perlu khawatir hingga menganggap perlu melakukan PHK akibat adanya aksi boikot.

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional

Dia menjelaskan, pemboikotan yang dilakukan sebagian kalangan masyarakat buka berarti konsumen tidak lagi mengonsumsi produk sejenis. Mirah meyakini, konsumen dipastikan akan beralih ke produk lain yang tidak punya afiliasi atau mendukung Israel.

ADVERTISEMENTS

Dia menyebut, situasi itu justru membuka peluang pasar lebih besar bagi pengusaha dalam negeri untuk melebarkan pasar. Di lain sisi, Mirah menambahkan, kondisi tersebut justru membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
Berita Lainnya:
Bulog Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Dilanjutkan 15 Februari
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Dia pun menegaskan, aksi boikot yang dilakukan masyarakat Indonesia adalah sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, bukan masalah agama. Hal serupa pun terjadi di banyak negara lain, termasuk Inggris dan Amerika Serikat yang berpihak kepada Israel.

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh

Selain itu, boikot juga terjadi di negara-negara Timur Tengah sebagai bentuk protes terhadap genosida yang terjadi Gaza, Palestina. “Tapi tidak ada tuh yang ngomong nanti ada PHK lho. Pengusaha tidak ada yang bilang begitu. Di Amerika tidak ada, cuma di Indonesia saja yang saya kira lebay. Sangat berlebihan,” kata Mirah.

Tak ada boikot juga PHK…

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi