Selasa, 27/02/2024 - 19:52 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Penjajah Israel Dikabarkan Mulai Banjiri Terowongan Hamas dengan Air Laut

ADVERTISEMENT

 GAZA — Israel dilaporkan mulai membanjiri jaringan terowongan Hamas di bawah Jalur Gaza dengan memompa air dari Laut Mediterania. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menyiapkan sistem pompa yang ditempatkan lebih dari satu kilometer di utara kamp pengungsi Al-Shati.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Laporkan Wall Street Journal yang mengutip pejabat Amerika Serikat (AS), pompa yang disiapkan dikabarkan mampu mengalirkan ribuan meter kubik air per jam, sehingga membanjiri terowongan dalam beberapa minggu. Tentara Israel menyiapkan setidaknya lima pompa sekitar pertengahan November.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional
Berita Lainnya:
Ditanya Ade Armando Apakah Siap Gabung PKS, Pendukung PDIP: Gak Apa-apa, yang Penting Bukan 2

Tidak jelas apakah Israel akan mempertimbangkan untuk menggunakan pompa tersebut sebelum semua sandera dibebaskan. Hamas sebelumnya mengatakan, telah menyembunyikan tawanan di tempat dan terowongan yang aman.

ADVERTISEMENT

Beredar rekaman di media sosial yang menayangkan sebuah lorong yang gelap. Tiba-tiba terdengar suara aliran air yang deras mendekat dan menutupi sekitarnya.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

 

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

 

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Ketika ditanya tentang cerita tersebut, seorang pejabat AS yang dikutip oleh Reuters mengatakan, masuk akal bagi Israel untuk membuat terowongan tersebut tidak dapat dioperasikan. Israel juga sedang menjajaki berbagai cara untuk melakukan hal tersebut.

Berita Lainnya:
Waduh! Ria Ricis Resmi Gugat Cerai Teuku Ryan, Ini Alasannya!

Menurut Wall Street Journal, seorang pejabat IDF menolak mengomentari rencana banjir tersebut. “IDF beroperasi untuk membongkar kemampuan teror Hamas dengan berbagai cara, menggunakan alat militer dan teknologi yang berbeda,” ujarnya.

Israel pertama kali memberi tahu AS mengenai opsi tersebut bulan lalu. Wall Street Journal melaporkan, bahwa para pejabat tidak mengetahui seberapa dekat pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam melaksanakan rencana tersebut. 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi