Selasa, 27/02/2024 - 00:53 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Puasa Medsos Dinilai Dapat Atasi Gangguan Mental

ADVERTISEMENT

Dosen Psikologi mengungkapkan puasa dari media sosial (medsos) dianggap mampu mengatasi gangguan mental.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

MALANG — Dosen Psikologi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Alfiah Nabilah Masturah, mengungkapkan puasa dari media sosial (medsos) dianggap mampu mengatasi gangguan mental. Media sosial merupakan salah satu penyebab atau pemicu gangguan pada kesehatan mental.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Menurut Alfiah, kesehatan mental memiliki peran yang krusial bagi seseorang. Dewasa ini, banyak yang beranggapan bahwa generasi minelial dan Z adalah generasi yang mudah rapuh. “Dan rentan terkena gangguan mental,” katanya.

ADVERTISEMENT

Hidup di tengah perkembangan zaman yang serbamodern ini, kata dia, memang penuh tantangan. Namun, masyarakat tidak dapat langsung menilai bahwa generasi milenial dan generasi Z adalah generasi yang lemah.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Tujuh Hal Ini Masih Dibelanjakan Generasi Boomer 

Menurut dia, setiap generasi memiliki kesulitannya masing masing dalam menjalani hidup. Bagi kaum milenial dan gen Z, hidup dengan kondisi teknologi yang pesat adalah salah satu tantangannya. Mereka kerap dihadapkan pada kehidupan yang seolah-olah nyata, padahal itu hanya dunia maya. 

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

Semua sibuk mengunggah pencapaian dan kesuksesannya di media sosial. Tanpa sadar, hal itu membuat mereka sering membandingkan hidup dengan orang lain. Bahkan, tak jarang membuat mereka merasa tidak percaya diri. 

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Lebih lanjut, Alifah menjabarkan dalam sudut pandang psikologi, kondisi ini akan sangat berbahaya. Bukan tidak mungkin juga mengganggu kesehatan mental. Kesehatan mental itu erat kaitannya dengan sejahtera atau wellbeing yang turunannya adalah menerima, bersyukur, juga ikhlas. 

Berita Lainnya:
Angka Kelahiran Bayi di Korea Merosot: Ribuan Day Care Tutup, Panti Wreda Tumbuh Subur

Alifah menilai, hal yang paling penting dalam kesehatan mental adalah menerima diri. Memahami  bahwa di dunia terdapat beberapa hal yang memang tidak bisa dikontrol. 

Perlu disadari pula bahwa setiap diri memiliki kemampuan untuk memberikan batasan atas apapun. Demi menjaga kesehatan mental, seseorang berhak menarik diri dan bersikap cuek pada hal-hal yang memang mengganggu tujuan hidup.

Kesehatan mental adalah kunci….

 

 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi