Selasa, 27/02/2024 - 20:45 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIENERGI

PLN Kaji Pengembangan Gudang Karbon untuk 19 PLTU Batu Bara

ADVERTISEMENT

Ilustrasi PLN Indonesia Power.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

 JAKARTA — PT PLN (Persero) menyampaikan tengah melakukan kajian pengembangan carbon capture storage (CCS) atau gudang penyimpanan karbon di reservoir bawah tanah pada 19 PLTU Batu Bara. Fasilitas CCS ini dikembangkan sebagai langkah pengurangan emisi karbon di Indonesia. 

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

Direktur Utama PLN Indonesia Power (PLN IP) Edwin Nugraha Putra, menjelaskan, perusahaan telah memetakan 19 pembangkit fosil berkapasitas besar serta potensi kapasitas penyimpanannya. Ia mengatakan, pengembangan CCS merupakan langkah agresif grup PLN untuk mencapai emisi bersih tahun 2060 mendatang. 

ADVERTISEMENT

“Kami bersama PLN berkomitmen penuh untuk mengakselerasi dekarbonasi di Indonesia. Salah satu programnya adalah pengembangan CCS untuk 19 PLTU batu bara PLN, di mana sembilan PLTU milik PLN IP, program ini untuk mendukung transisi energi menuju Net Zero Emission 2060,” ujar Edwin dalam keterangan resminya, Jumat (8/12/2023). 

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Erick Thohir: BUMN Hadirkan Pusat Wisata Medis Internasional di KEK Sanur

Edwin mengatakan, upaya tersebut juga telah disampaikan dalam gelaran United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) COP28 yang diselenggarakan pada 30 November-12 Desember 2023 di Dubai, Uni Emirat Arab. 

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard

PLN IP, lanjut Edwin memaparkan pengembangan CCS di pembangkit PLN. Di mana pengembangan CCS diprioritaskan pada pembangkit listrik fosil, dalam hal ini batu bara. 

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action
Berita Lainnya:
Kemenperin Siapkan Penghargaan Penggunaan Produk Dalam Negeri

Ke depan, lanjut Edwin, kedepan PLN IP akan menjalin kerja sama dengan mitra profesional untuk melakukan kajian teknis lebih lanjut dan melaksanakan uji coba pada pembangkit listrik. Selain itu, ia juga mengusulkan adanya regulasi yang memungkinkan proyek CCS dapat meningkatkan ketersediaan penyimpanan karbon di seluruh negara dan dukungan pendanaan. 

Regulasi itu juga sekaligus untuk memberi kepastian dalam menjajaki opsi pembiayaan untuk proyek CCS agar layak secara ekonomi bagi industri ketenagalistrikan di Indonesia dengan kombinasi kepemilikan dan pajak karbon.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi