Ciri-Ciri Calon Suami yang Berpotensi Lakukan KDRT

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

ADVERTISEMENTS

JAKARTA — Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kemungkinan besar bermula dari salah pilih pasangan. Korban gagal mendeteksi potensi seseorang yang berbakat melakukan kekerasan.

ADVERTISEMENTS

Sebelum memutuskan untuk berumah tangga, pastikan calon pasangan memiliki keahlian mengelola emosi, kelembutan hati, dan empati tinggi. Bagi perempuan, untuk mendapatkan laki-laki dengan kriteria itu, ada sejumlah indikasi yang bisa diperhatikan.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS

Hubungan dengan ibu

ADVERTISEMENTS
ADVETISEMENTS

Sedekat apa hubungan dia dengan sang ibu? Lihat sikap dan perlakuannya terhadap perempuan yang melahirkannya, apakah cukup hormat, patuh, dan tawaduk. Laki-laki yang hormat terhadap ibunya, biasanya juga akan menghormati perempuan yang menjadi pendamping hidupnya.

ADVERTISEMENTS

Perlakuan kepada yang lemah

ADVERTISEMENTS

Selidiki juga bagaimana ketika dia berjumpa dengan orang lansia, penyandang disabilitas, warga miskin, dan golongan lemah lainnya. Apakah dia punya kemuliaan hati untuk berbagi baik rezeki, perhatian, dan kasih sayang?

ADVERTISEMENTS

Kedekatan dengan anak-anak

ADVETISEMENTS

Salah satu indikasi orang baik adalah gampang dikerumuni anak-anak kecil. Karena anak-anak itu lugu, polos, dan belum berdosa, sehingga mereka memiliki kepekaan dalam memilih orang baik hati sebagai tempat bermanja dan menjadikannya teman bermain.

Kecintaan pada hewan

Tak hanya kepada manusia, orang dengan ketulusan hati juga cinta terhadap satwa. Ia punya kekayaan hati yang tak habis dibagi kepada sesama, tetapi binatang pun memperoleh limpahan kasih sayangnya.

Etika di jalan raya

Poin ini untuk menguji kesabaran dan pengelolaan emosinya. Perhatikan cara dia berkendara, menginjak dan melepas rem, berpindah gigi, membunyikan klakson, apakah cukup lembut dalam melakukan itu semua.

Bagaimana cara dia menyalip mobil lain, memberi kesempatan pada orang yang hendak menyeberang, mengalah pada kendaraan kedaruratan (ambulans, damkar). Jalan raya dengan beragam tingkah orang dalam berlalu-lintas menimbulkan tingkat stres yang tinggi. Untuk mengukur seseorang tergolong temperamental atau tidak, bisa diuji di jalan raya.

sumber : Antara

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS
Exit mobile version