Kamis, 30/05/2024 - 07:11 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Kemendagri Pastikan KTP yang Dimiliki Pengungsi Rohingya Palsu

 JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan delapan pengungsi Rohingya tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Menurut Kemendagri, mereka hanya memiliki KTP palsu.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Sebanyak delapan warga negara asing (WNA) yang kini terdampar di Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mendapatkan KTP palsu dari seseorang di Sumatra Utara.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

“Delapan WNA Banglades tersebut menggunakan KTP-el palsu, dimana mereka mendapatkan KTP-el palsu tersebut dibuatkan dari orang Medan, Provinsi Sumatra Utara,” kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Teguh Setyabudi lewat keterangannya, Kamis (21/12/2023).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
Lokasi Layanan SIM Keliling Akhir Pekan di Jakarta, Depok, dan Bekasi

Teguh menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi Dirjen Dukcapil dengan sejumlah pihak, diketahui bahwa KTP-el palsu tersebut bukan dikeluarkan oleh Dukcapil. KTP palsu itu hanya hasil pindai.

“Bentuknya seperti KTP-el hanya di-scan dan ada foto yang bersangkutan, lalu dilaminating serta di dalam blangko tersebut tidak terdapat chip,” kata Teguh.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Teguh memastikan bahwa KTP palsu itu tidak dibuat oleh Dukcapil Belu, Kota Kupang dan Sikka. Delapan pengungsi itu mengakui mendapatkan KTP palsu tersebut dari seseorang di Sumatra Utara, tapi tidak mengetahui namanya.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan
Berita Lainnya:
Rencana Prabowo Anggarkan Rp 16 Triliun untuk IKN Berpotensi Proyek Mangkrak

“(Mereka) tidak menyebutkan Pemprov Sumut atau Pemkot Medan atau instansi lain (yang membuatkan KTP palsu tersebut). Mereka hanya menyebut (dibuatkan) ‘abang’, bahkan nama pun tidak tahu,” ujar Teguh.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Sebelumnya, tim pengawasan orang asing Polres Belu, Nusa Tenggara Timur menangkap delapan pengungsi asal Rohingya di Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
ADVERTISEMENTS

Para pengungsi itu sebelumnya berangkat dari Bangladesh menuju Malaysia. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke Medan dan berakhir di NTT.

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi