Kamis, 30/05/2024 - 07:58 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Niat Ingin Sembuhkan Depresi, Wanita Ini Malah Diperkosa dan Digantung Saat Kunjungi India

BANDA ACEH – Salah satu kejadian nahas ini kembali trending di media sosial.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Awalnya seorang wanita bernama Liga Skromane yang berusia 32 tahun, seorang pebisnis wanita asal Dublin, Irlandia, datang berkunjung ke India untuk menyembuhkan depresinya, dengan melakukan meditasi, yoga dan lainnya.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Namun, nasib nahas menimpa, ia malah diperkosa dan dibunuh, ditemukan telah tewas digantung.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Skromane datang ke Kerala untuk pengobatan depresi Ayurveda pada 3 Februari 2022 lalu.

Dia hilang pada 14 Maret saat dia dirawat di Pusat Penyembuhan Dharma Ayurveda di ibu kota Kerala, Thiruvananthapuram.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Setelah sekitar satu bulan menghilang, pada tanggal 20 April, tubuhnya yang membusuk dan kepalanya yang terlepas ditemukan di tempat yang rimbun dan berawa di daerah Thiruvallam di negara bagian yang populer di kalangan wisatawan.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Dua pekan setelah mayatnya ditemukan, polisi  akhirnya menangkap dua pelaku yang diduga memperkosa dan membunuhnya.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Deforestasi Memperparah Banjir yang Mematikan di Brasil
ADVERTISEMENTS

Manoj Abraham, inspektur jenderal polisi di Thiruvananthapuram, mengatakan bahwa para tersangka menggantung Skromane di pohon.

ADVERTISEMENTS

“Beberapa hari kemudian, saat jenazah membusuk, kepalanya terlepas dan terjatuh ke tanah,” kata Abraham.

Pernyataan polisi mengatakan bahwa dokter menyebutkan penyebab kematiannya sebagai “cedera tumpul di leher”.

Kedua tersangka yang ditangkap berbama Umesh dan Udayan, keduanya dikenal sebagai pengedar narkoba.

Abraham mengatakan bahwa salah satu tersangka memiliki “latar belakang predasi seksual.”

Polisi mengatakan kepada wartawan bahwa laporan otopsi tidak mengkonfirmasi adanya pemerkosaan karena kondisi jenazah sudah sangat membusuk. Namun Abraham berkata bahwa mereka memiliki “bukti tidak langsung yang mengkonfirmasi adanya pemerkosaan.”

“Mereka memberinya sebuah zat dan mulai melakukan pelecehan seksual terhadapnya,” kata Kepala Polisi Kerala Loknath Behera saat konferensi pers.

“Saat dia melawan, mereka membunuhnya.”

Polisi mengatakan bahwa zat tersebut adalah ganja. Menurut penyelidikan, para tersangka membuang jenazahnya “dengan cara membuat orang percaya Liga telah melakukan bunuh diri.”

Ketika Skromane hilang dari pusat penyembuhan pada bulan Maret, dia tidak mengikuti kelas yoga. Paspor, telepon genggam, dan barang-barang lainnya ada di kamarnya.

Berita Lainnya:
Ini Pengakuan Pelaku Utama Pembunuhan Mayat dalam Sarung di Pamulang

Manajer pusat tersebut mengatakan kepada polisi bahwa dia pergi dengan becak ke Kovalam, sebuah tujuan pantai yang populer.

Tim polisi menginterogasi pemandu wisata, perenang, petugas penyelamat, pengemudi perahu, nelayan, dan pedagang kaki lima. Mereka juga memasang poster dengan fotonya di seluruh kota tetapi gagal mendapatkan petunjuk.

Pencarian yang dilakukan selama hampir sebulan tidak membawa hasil apa pun kepada polisi. Baru setelah jenazah Skromane ditemukan, polisi baru bisa mengumpulkan barang bukti.

Polisi dapat mengidentifikasi mayat tersebut sebagai milik Skromane dengan membandingkan DNA dari tubuh tersebut dengan DNA dari saudara perempuan Skromane.

Skromane pun dikremasi di Thiruvananthapuram, ibu kota negara bagian India.

“Dia mencintai Kerala dan menerima banyak cinta dan dukungan,” kata saudara perempuan Skromane, Ilze Skromane.

“Kami tidak ingin meninggalkan India hanya dengan kenangan buruk.”

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi