Senin, 27/05/2024 - 22:03 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Apa Itu Kratom yang Disalahgunakan Pelajar Garut Sebagai ‘Narkoba’?

JAKARTA –Pelajar di Garut, Jawa Barat, tertangkap tangan menyalahgunakan kratom sebagai narkoba. Kratom merupakan sejenis daun yang sudah diekspor ke luar negeri dan memberikan pundi-pundi baru bagi Indonesia. Apa itu kratom dan seperti apa manfaatnya? 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Mengutip buku yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI berjudul Kratom: Prospek Kesehatan dan Sosial Ekonomi karya Slamet Wahyono dan tim, kratom biasanya diolah untuk dijadikan obat herbal. Bahkan, daun kratomnya sendiri dijual dengan harga yang kompetitif.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Pada Oktober 2023, Kementerian Perdagangan RI mencatat nilai ekspor kratom mencapai 7,33 juta dolar AS atau Rp 114,9 miliar sepanjang Januari-Mei 2023. Daun kratom oleh masyarakat secara empiris, dimanfaatkan untuk obat herbal sebagai obat diare, perawatan nifas, capek, dan untuk bedak.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Beberapa penelitian terkait kratom menyebutkan, penggunaan pada dosis rendah berefek stimulan, namun apabila pada dosis tinggi, ini mengakibatkan depresi dan withdrawl (gejala putus obat). Penelitian lain menyebutkan jika kratom digunakan bersama obat lain seperti tramadol, bisa mengakibatkan kematian.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

 

“Senyawa mitraginin dan 7-hidroksimitraginin merupakan kandungan kimia utama dalam kratom. Senyawa ini mempunyai reseptor yang sama dengan reseptor opioid dalam otak sehingga diyakini mempunyai efek seperti opium,” tulis buku yang diterbitkan pada 2019 itu.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Ahli Endokrinologi Peringatkan: Hindari Minuman Manis Jika Derita Pradiabetes
ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Kedua senyawa tersebut oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dikategorikan sebagai New Psychoactive Substance (NPS) yang tentunya harus ada pengaturan dalam penggunaannya. Beberapa negara di Eropa dan Asia Tenggara seperti Thailand dan Malaysia, telah memasukkan kratom ke dalam golongan narkotika, juga beberapa negara bagian di Amerika Serikat telah melarang penggunaan kratom meskipun FDA belum secara resmi menyebut ilegal.

Indonesia belum mengatur secara khusus menyoal kratom, namun BPOM telah mengeluarkan surat edaran pelarangan penggunaan kratom dalam obat herbal dan suplemen makanan.

ADVERTISEMENTS

Menyikapi kekhawatiran adanya dampak kesehatan terkait penggunaan kratom, Kementerian Kesehatan melalui Badan Litbang Kesehatan melakukan kajian terhadap kratom secara menyeluruh. Informasi tentang kratom diperoleh melalui berbagai metode seperti kajian pustaka, Round Table Discussion (RTD) dan observasi lapangan ke daerah sentra produksi kratom.

ADVERTISEMENTS

RTD dilakukan dengan seluruh stake holder tingkat pusat antara lain Kementerian Koordinator PMK, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kementerian Kesehatan, Polri, BNN, BPOM, Bea Cukai, Perguruan Tinggi, LIPI, Pemprov Kalbar, Pemda Kapuas Hulu, dan asosiasi pengusaha kratom.

Observasi lapangan dilaksanakan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dengan pertimbangan merupakan sentra produksi kratom terbesar dan terbaik di Indonesia. Penggalian informasi secara langsung diperoleh dari para stake holder tanaman kratom seperti petani, pengepul, pedagang, dan masyarakat pengguna kratom, serta masyarakat umum untuk mendapatkan informasi secara lebih lengkap.

Berita Lainnya:
Kemenkes koleksi 4.000 Data Genomik untuk Pantau Beragam Penyakit Genetik di Indonesia

Ditinjau secara global berdasarkan kesamaan regulasi untuk pengaturan kratom, dapat terbagi menjadi tiga kelompok negara. Pertama, kelompok negara yang melarang peredaran dan penggunaan kratom, kedua, kelompok negara tidak melarang peredaran dan hanya membatasi penggunaan kratom, ketiga, kelompok negara yang tidak memberlakukan pelarangan peredaran dan penggunaan kratom.

“Ada perbedaan dalam pengaturan kratom ini karena belum ada bukti ilmiah yang kuat terkait dampak positif dan negatif yang dapat digeneralisasikan dalam penggunaan di bidang kesehatan,” tulis buku itu lagi.

Kratom dapat digunakan dalam empat bentuk yaitu daun segar, simplisia (remahan atau serbuk), ekstrak, dan isolat. Tanaman obat yang digunakan dalam bentuk yang berbeda akan memberikan perbedaan manfaat maupun efek yang merugikan. Dalam bentuk tanaman segar, simplisia dan ekstrak, mengandung gabungan banyak senyawa. 

Jika diurutkan berdasarkan jumlah kandungan senyawa, maka terbanyak yaitu tanaman segar, simplisia, dan ekstrak. Sedangkan isolat hanya mengandung satu senyawa. Penelitian yang ada terkait kratom belum banyak dilakukan dan penelitian yang ada masih terbatas menggunakan uji coba hewan.

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS
1 2

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi