Sabtu, 25/05/2024 - 08:57 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMISYARIAH

Raih Ranking 3 SGIE 2023, Ketua Asbisindo: Seharusnya ke-1

Direktur Utama BSI Hery Gunardi (kedua kanan) berbincang dengan nasabah saat meninjau pelayanan periode libur panjang akhir tahun di Kantor Cabang BSI KC Mayestik, Jakarta, Kamis (28/12/2023). PT Bank Syariah Indonesia Indonesia Tbk (BSI) telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp12,2 triliun untuk melayani kebutuhan transaksi nasabah dimana langkah itu sebagai bagian dari komitmen BSI guna memberikan pelayanan yang optimal dan memastikan ketersediaan likuiditas selama periode 22 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024. 

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

 JAKARTA — Indonesia menaikkan satu peringkat pada The Global Islamic Economy Indicator dalam The State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2023 yang diluncurkan DinarStandart di Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (26/12/2023) lalu. Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah Malaysia dan Arab Saudi.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Ketua Umum Asbisindo Hery Gunardi menilai, seharusnya Indonesia bisa menempati peringkat pertama. Karena, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Pemerintah pun menargetkan Indonesia menjadi pusat industri halal di 2024.

Berita Lainnya:
Hannover Messe 2024,  PIS Siap Jadi Agregator Transportasi dan Logistik CCS

“Sebenarnya kalau kita lihat dari keinginan dari pemerintah dan wakil presiden sebetulnya dengan jumlah penduduk muslim 200 juta lebih. Kemudian industri halal, halal food, kosmetik, fesyen dan wisata halal potensi Indonesia besar. Harusnya tidak nomor 3 tapi nomor 1. Apalagi ada kehadiran bank syariah besar saat ini,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (27/12/2023) sore.

Sebelumnya, Hery mengatakan potensi Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia sangatlah besar. Terlebih lagi bila inklusi dan literasi makin ditingkatkan, maka industri perbankan syariah akan tumbuh positif.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Meskipun masih banyak tantangan bagi sektor perbankan nasional, namun industri perbankan syariah terbukti resilien dan terus mengalami pertumbuhan positif serta solid di atas rata-rata industri perbankan nasional. 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Airlangga: RI Masih On-Track Untuk Capai Visi Indonesia Emas 2045

Namun demikian, perbankan syariah harus berjuang lebih keras lagi untuk menghadapi tantangan di tahun depan karena menghadapi tingginya kenaikan bagi hasil serta likuiditas yang ketat. Tantangan lainnya yaitu keharusan konsolidasi dan digitalisasi.

Dalam laporan SGIE, Indonesia naik secara signifikan dalam indikator media dan rekreasi halal menjadi peringkat keenam. Sebelumnya, Indonesia tidak masuk dalam 10 besar pada kategori ini.

ADVERTISEMENTS

Indonesia turun satu peringkat dari posisi keenam menjadi ketujuh dari sisi keuangan islami. Untuk makanan halalnya Indonesia masih mempertahankan peringkat ke-2, hanya kalah dari Malaysia.

ADVERTISEMENTS

Dari sisi industri obat-obatan dan kosmetik halal, Indonesia naik tiga peringkat menjadi rangking 5. Dari sisi fesyen halal, Indonesia menempati urutan ke-3, masih kalah dari Turki dan Malaysia. Industri gaya hidup Islam juga mengalami perkembangan yang signifikan di Indonesia.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi