Sabtu, 15/06/2024 - 11:21 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Suara Dokter Lulusan Indonesia yang Bertahan di Gaza Utara

KAIRO — Gaza bagian utara hancur lebur karena terus dibombardir Israel. Dokter lulusan Fakultas Ilmu Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, dr Mohammed, mengatakan, sebanyak 90 persen, warga Gaza Utara sudah pindah ke selatan.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Mohammed yang mendapat beasiswa pendidikan kedokteran dari Bulan Sabit Merak Indonesia (BSMI) ini mengatakan, meraka yang tinggal di utara sedang menempati tempat-tempat penampungan setelah pindah dari beberapa tempat. “Kehidupan disini tidak layak untuk dihidupkan oleh manusia,”ujar Mohammed melalui pesan tertulis kepada Republika di Kairo, Mesir, Ahad (14/1/2023).

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Saat ini, dokter Mohammed bertugas sebagai koordinator medis di Asosiasi Emergency Al-Fursan Palestina (FPEA). Selama perang, FPEA berupaya untuk melengkapi berbagai kebutuhan medis semua rumah sakit di Gaza. Menurut Mohammed, pihaknya menyampaikan amanah bantuan beberapa mitra kerjasama dari Indonesia, termasuk BSMI, untuk rumah sakit-rumah sakit di Gaza seperti Rumah Sakit Kamal Adwan, Rumah Sakit Indonesia, Rumah Sakit Al-Shifa hingga Rumah Sakit Al-Awda.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Pertempuran Sengit, Al Qassam Terobos Penyeberangan Karem Abu Salem, Serang Markas Divisi Israel

Dia menjelaskan, RS Kamal Adwan sekarang menjadi pusat fasilitas medis di Gaza Utara, setelah RS Indonesia tidak bisa beroperasi. “Sehingga kami mensupport rumah sakitnya dengan tim ambulans, tenaga medis IGD dan berusaha dengan beberapa mitra kerja sama agar melengkapi kebutuhan tim sehingga bisa karma dengan maksimal,”kata dia.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Dia mengatakan, kondisi rumah sakit-rumah sakit di Gaza Utara sangat sulit. Hanya ada dua rumah sakit yang masih beroperasi atau diupayakan bisa berjalan semaksimal mungkin. Tidak ada kebutuhan dasar untuk menjalankan rumah sakit. Mereka tidak mendapatkan bahan bakar yang dibutuhkan untuk operasional. Kalaupun ada, ujar Mohammed, harganya sangat mahal.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Dia menjelaskan, tidak ada ketersediaan medis ataupun obat-obatan untuk menjalankan ruang operasi. “Akhir-akhir ini, kami berusaha agar membantu menjalankan rumah sakit di Gaza Utara dengan bahan bakar, tenaga medis dan suplay medis namun itu butuh dukungan dan dana yang besar. 

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh
Berita Lainnya:
PMI Siapkan Ratusan Tenda untuk Gaza

Menurut Mohammed, banyak tenaga medis juga menjalankan tugasnya tanta digaji. Mereka sudah tiga bulan tidak mendapatkan gaji bahkan roti untuk menafkahi keluarga masing-masing. Untuk menjalankan kehidupan di Gaza Utara, mereka harus menanggung risiko yang besar karena bisa sewaktu-waktu ditangkap Israel akibat kerja di rumah sakit seperti yang dialami oleh banyak tenaga medis. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

“Kami sebagai tim medis di asosiasi memilih untuk tetap di Gaza Utara di saat tenaga medis lain terpaksa untuk meninggalkan tempót ini. Kami harus menyampaikan pesan moral kami yaitu setiap jiwa berhak untuk mendapat pertolongan,”kata Mohammed.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

فَأَتْبَعَ سَبَبًا الكهف [85] Listen
So he followed a way Al-Kahf ( The Cave ) [85] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi