Kamis, 30/05/2024 - 08:14 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EDUKASI
EDUKASI

Jokowi Minta Nadiem Makarim Perbesar Anggaran Pendidikan

 JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, agar meningkatkan anggaran pendidikan di tahun ini. Peningkatan anggaran ini akan digunakan untuk riset, pengembangan iptek dan inovasi, serta mencetak SDM unggul.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

“Peran untuk riset dan development-nya betul-betul diperkuat. Artinya lagi pak Nadiem anggarannya diperbesar. Nggak apa-apa dimulai tahun ini, nanti kan sudah ganti presiden,” kata Jokowi di acara pembukaan Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia di Surabaya, Senin (15/1/2024).

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Jokowi yakin, pemimpin berikutnya nanti akan melanjutkan jumlah anggaran yang ditetapkan. Menurut dia, meskipun pemimpin Indonesia berganti, anggaran pendidikan yang ditetapkan saat ini tidak mungkin untuk dikurangi lagi pada tahun depan.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

“Tapi dimulai itu yang gede, jadi presiden yang akan datang pasti mau tidak mau melanjutkan. Entah itu 01, entah itu 02, itu entah 03, tapi dimulai dulu. Nggak mungkin kalau sudah di pak Nadiem sudah menambahkan banyak, kemudian presiden yang akan datang motong. Nggak akan berani,” ujarnya.

Berita Lainnya:
Presiden Sebut Impor Beras tak Sampai Lima Persen Kebutuhan Nasional

 

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Ia pun kemudian menceritakan kunjungannya ke Vietnam kemarin. Jokowi menyebut, salah satu perusahaan swasta di Vietnam bisa memiliki hingga 2.400 peneliti. Ini menunjukan bahwa Vietnam sangat menghargai para periset. Begitu juga dengan Cina. Jokowi mengatakan ada perusahaan di Cina yang bahkan memiliki 24 ribu periset.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Vietnam ini income per capitanya kira-kira 4300 US dolar. Kita sekarang sudah kira-kira 5100 padahal mulainya Vietnam di 1975 itu baru selesai perang, artinya 30 tahun duluan kita. Tapi mereka ngebut kencang dan hati-hati income per kapitanya hampir melampaui kita,” ujar Jokowi.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Karena itu, Jokowi mengingatkan jika Indonesia masih terus bersantai-santai dan bekerja secara monoton, maka bisa segera tersalip oleh Vietnam.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Diprotes Mahasiswa, USU: Kenaikan UKT Sesuai Permendikbudristek
ADVERTISEMENTS

Jokowi mengatakan, lembaga pendidikan Indonesia memiliki tugas penting untuk menciptakan ilmu pengetahuan dan inovasi yang berkualitas, serta mencetak SDM yang unggul. Peran lembaga pendidikan itupun menjadi kunci utama.

ADVERTISEMENTS

“Di Vietnam antara universitas dan industri itu sambung. Desain besarnya pemerintah, kemudian universitas, industri itu bisa sambung semuanya. Itu yang luar biasa,” kata Jokowi.

Karena itu, ia menginstruksikan BRIN untuk menjadi orkestrator penelitian bersama Bappenas. Sehingga bisa merancang kebutuhan riset untuk menjawab tantangan yang dihadapi saat ini maupun masa depan.

“Dan untuk memanfaatkan peluang-peluang yang ada di depan kita itu apa dan yang paling penting kuncinya ada di perguruan tinggi, bukan di BRIN, tapi di perguruan tinggi risetnya. Itu yang harus mulai kita geser,” ujar Jokowi.

“Orkestratornya boleh dari BRIN, tetapi perguruan tinggi, peran untuk riset dan development-nya betul-betul diperkuat,” lanjutnya.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi