Senin, 15/04/2024 - 20:35 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Ketika Peretas Korut dan Perjahat Berbagi Jaringan di Asia Tenggara

ADVERTISEMENTS

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un bersama Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

WINA — Kantor Narkoba dan Kejahatan PBB (UNODC) merilis laporan yang menyebutkan peretas Korea Utara (Korut) berbagi pencucian uang dan jaringan perbankan bawah tanah dengan penipu dan penyelundup narkoba di Asia Tenggara. Kasino dan pertukaran mata uang kripto menjadi sumber utama pendapatan kelompok kejahatan terorganisir.

ADVERTISEMENTS

Tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut UNODC mengatakan mereka mengamati “beberapa contoh” pembagian semacam itu yang dilakukan peretas Korut termasuk Lazarus Group di area Mekong yang mencakup Myanmar, Thailand, Laos dan Kamboja.

ADVERTISEMENTS
Promo Takjil Bank Aceh Syariah

Dalam laporan yang dirilis Senin (15/1/2024) UNODC mengatakan mereka mengidentifikasi aktivitas tersebut melalui analisa data informasi kasus dan rantai blockchain. Melalui sambungan telepon salah satu anggota misi Korut di PBB di Jenewa mengatakan “ia tidak mengetahui” laporan UNODC. Sumber yang tidak disebutkan namanya itu menambahkan semua laporan mengenai Lazarus sebelumnya “spekulasi dan informasi palsu.

ADVERTISEMENTS
Promo Pembiayaan Ramadhan Ekstra Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Gempa Guncang Taiwan, Jepang Waspada Tsunami

PBB yakin Lazarus dikendalikan biro intelijen utama Korut. Kelompok itu dituduh terlibat dalam berbagai penipuan siber dan serangan ransomware. Dana yang diperoleh peretas Korut diyakini digunakan untuk membiayai Pyongyang dan program senjatanya.

Dalam laporannya, UNODC mengatakan kasino dan pesta-pesta di Asia Tenggara, yang memfasilitasi permainan judi pemain kaya, pertukaran mata uang kripto yang tidak diatur, menjadi “bagian dasar” dari arsitektur perbankan yang digunakan kejahatan terorganisir di wilayah tersebut. “Kasino terbukti mampu dan efisien dalam memindahkan dan mencuci uang tunai dan kripto dalam volume besar tanpa terdeteksi,” kata UNODC.

ADVERTISEMENTS
Ramadhan Berbagi Bersama Bank Aceh Syariah

“Menciptakan saluran efektif yang mengintegrasikan miliaran hasil kejahatan ke dalam sistem keuangan formal,” tambah lembaga itu. UNODC menambahkan kejahatan terorganisir menyusupi sektor perjudian untuk “pencucian uang skala industri dan operasi perbankan bawah tanah,” yang berhubungan dengan perdagangan narkoba dan penipuan dunia maya.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses Pelantikan dan Setijab Mayjen TNI Niko Fahrizal
Berita Lainnya:
Qatar dan PBB Bahas Upaya Fasilitasi Bantuan Kemanusiaan

Laporan tersebut mengutip kasino berlisensi dan operator perjamuan di Filipina yang membantu mencuci sekitar 81 juta dolar AS yang dicuri dalam serangan siber ke Bank Sentral Bangladesh pada 2016. Serangan tersebut dikaitkan dengan Lazarus Group.

ADVERTISEMENTS
Semarak Ramadhan 1445 H bersama Bank Aceh Syariah, Diskon Belanja 50%

Perwakilan Regional UNODC untuk Asia Tenggara dan Pasifik, Jeremy Douglas mengatakan menjamurnya kasino dan kripto “memperkuat” kelompok-kelompok kejahatan terorganisir di Asia Tenggara. “Tidak mengherankan jika para pelaku ancaman yang canggih akan memanfaatkan sistem perbankan bawah tanah dan penyedia layanan yang sama,” katanya. 

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh - Telkomsel, Beli Paket Data mulai dari 110K OMG melalui Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Periode 11 Maret - 11 April 2024

sumber : reuters

AADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi