TEKNOLOGIAPLIKASI

Resolusi CEO Perusahaan: Proaktif atasi Risiko Keamaan Siber dengan Software pada Proyek Pekerjaan Umum dan Infrastruktur

BANDA ACEH – Selama setahun terakhir, tren yang mengkhawatirkan masih terus berlanjut pada sektor teknik dan desain, di mana perusahaan-perusahaan besar masih terus menggunakan perangkat lunak ilegal.

Tindakan penegakan hukum yang ada di seluruh wilayah saat ini menunjukkan bahwa beberapa dari perusahaan-perusahaan ini terlibat dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur publik yang sangat penting. Dalam beberapa bulan terakhir, hal ini telah mendorong BSA | The Software Alliance untuk memberikan peringatan, menekankan bahwa penggunaan perangkat lunak yang tidak berlisensi dan tidak aman dalam proyek-proyek tersebut dapat membahayakan keamanan publik.

“Setiap CEO dan pemimpin bisnis di industri teknik dan desain sebaiknya menjadikan resolusi tahun baru sebagai momentum untuk dapat mengelola asset perangkat lunak mereka secara hati-hati,” ujar Direktur Senior BSA, Tarun Sawney. “Pemerintah di seluruh wilayah harus selalu memantau penggunaan perangkat lunak dalam proyek-proyek pekerjaan publik untuk memastikan bahwa semua proyek infrastruktur yang didanai oleh pajak menggunakan perangkat lunak yang aman, terjamin, dan berlisensi.”

Perangkat lunak yang tidak berlisensi sangat rentan terhadap ancaman siber yang semakin meningkat di seluruh dunia. Di Asia Tenggara, kerugian akibat pelanggaran data telah mencapai rekor tertinggi lebih dari $3 juta pada tahun 2023, hal ini terjadinya peningkatan 6% dari tahun ke tahun.

Dengan dimulainya tahun baru, sangatlah penting bagi dunia bisnis, terutama yang terlibat dalam proyek infrastruktur yang penting, untuk mengadopsi praktik terbaik yang bertujuan untuk melawan penggunaan perangkat lunak yang tidak berlisensi. Sejalan dengan itu, BSA telah menyiapkan rencana yang mencakup lima langkah untuk memandu organisasi dalam memastikan kepatuhan perangkat lunak dan meningkatkan keamanan dan keselamatan siber.

1) Jadikan perangkat lunak berlisensi sebagai lini pertahanan terdepan Anda terhadap kejahatan siber

Menggunakan perangkat lunak berlisensi bukan hanya perihal kepatuhan, melainkan sebagai strategi pertahanan utama dalam melawan kejahatan siber bagi setiap organisasi. Penyedia perangkat lunak berlisensi secara rutin merilis pembaruan untuk mengatasi kerentanan yang baru ditemukan, memastikan pengguna dilengkapi dengan langkah-langkah keamanan terbaru terhadap potensi ancaman.

Sebaliknya, perangkat lunak yang tidak berlisensi menciptakan tingkat risiko yang tinggi bagi organisasi. Program-program yang tidak sah ini seringkali tidak memiliki pembaruan keamanan yang penting, sehingga berpotensi memicu kerentanan sistem yang dapat dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber. Penggunaan perangkat lunak yang tidak berlisensi dapat membuat perusahaan teknik dan desain rentan terhadap malware, ransomware, dan ancaman lain yang dapat membahayakan integritas proyek mereka, membocorkan data mereka, dan mengganggu operasional bisnis mereka.

image_print
1 2 3

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website