Menerapkan kebijakan zero-tolerance terhadap perangkat lunak yang tidak berlisensi sangat penting bagi setiap organisasi, mengingat pentingnya bagi setiap anggota untuk memahami resiko-resiko terhadap penggunaan perangkat lunak yang tidak berlisensi. Pada saat yang bersamaan, para pemimpin bisnis harus menekankan peran penggunaan perangkat lunak berlisensi dalam memperkuat pertahanan keamanan siber organisasi.
2) Membeli perangkat lunak dari vendor yang sah dan terpercaya
Memilih vendor yang sah dan terpercaya untuk memastikan bahwa perangkat lunak tersebut tidak hanya asli, tetapi juga bebas dari kode tambahan yang berbahaya atau kerentanan yang dapat membahayakan keamanan sistem organisasi. Vendor yang sah mematuhi standar industri, memberikan pembaruan dan dukungan secara rutin untuk meningkatkan fungsionalitas perangkat lunak dan segera mengatasi masalah keamanan.
Selain itu, organisasi atau perusahaan dianjurkan untuk mengimplementasikan proses pengadaan perangkat lunak yang terpusat dan terstandarisasi. Dengan melakukan hal ini, organisasi atau perusahaan dapat menetapkan standar pendekatan untuk memeriksa dan memperoleh perangkat lunak, sehingga dapat mengurangi risiko penggunaan program yang tidak berlisensi atau berpotensi membahayakan secara sengaja. Pendekatan ini akan memungkinkan pengawasan yang lebih baik dan memastikan bahwa semua perangkat lunak mematuhi kebijakan perusahaan, persyaratan lisensi, dan standar keamanan.
3) Membangun sistem manajemen aset yang kuat
Salah satu aspek penting dari manajemen aset yang efektif adalah melakukan audit secara berkala terhadap lisensi perangkat lunak. Hal ini dilakukan dengan melakukan pencatatan yang akurat dan memastikan kesesuaian dengan lisensi atau kebijakan terkini. Kelalaian dalam melakukannya dapat mengakibatkan konsekuensi hukum dan denda keuangan. Praktik ini juga membantu mencegah penggunaan perangkat lunak ilegal yang dapat menimbulkan pelanggaran yang tidak disengaja dan merusak integritas kerangka keamanan siber organisasi. Penggunaan perangkat lunak yang tidak mendapatkan dukungan juga dapat membuka peluang bagi pelaku kejahatan siber untuk mengeksploitasi kerentanannya.
Para pelaku bisnis juga sebaiknya menyadari bahwa integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem keamanan siber saat ini menjadi suatu kebutuhan. Dengan semakin banyaknya penjahat siber yang memanfaatkan teknologi untuk merancang serangan canggih, pelaku bisnis perlu terus beradaptasi dengan ancaman yang berkembang dengan berinvestasi dalam solusi berbasis AI. Kehadiran AI dapat memainkan peran penting dalam menganalisis email dan perilaku pengguna untuk mengidentifikasi potensi ancaman, mendeteksi tanda masuk yang mencurigakan, dan meningkatkan solusi otentikasi. Dengan mengadopsi AI, organisasi dapat memperkuat pertahanan mereka dan secara aktif mengidentifikasi serta menanggapi ancaman siber yang muncul.
4) Membangun budaya kepatuhan perangkat lunak dan keamanan siber
Meningkatkan kesadaran di antara anggota tim merupakan salah satu langkah awal yang krusial untuk membangun budaya kepatuhan dan keamanan siber yang kuat dalam sebuah organisasi. Komunikasi dan edukasi secara berkala diperlukan untuk menanamkan pemahaman akan pentingnya kepatuhan dan potensi dampak dari lemahnya keamanan siber. Dunia usaha dapat berinvestasi dalam program pelatihan yang komprehensif yang mencakup ancaman terbaru, standar kepatuhan, dan praktik terbaik untuk memberikan pengetahuan kepada tenaga kerja mereka dalam mengidentifikasi dan mengurangi risiko. Kesadaran dasar ini juga dapat membentuk mindset yang waspada dan proaktif di kalangan karyawan.































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…