Senin, 27/05/2024 - 22:48 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Ini Yang Perlu Diperhatikan Saat Putuskan Gunakan Mobil Listrik

KARAWANG — Di antara sejumlah hal yang perlu diperhatikan seseorang saat memutuskan untuk mengendarai mobil listrik, waktu dan rencana perjalanan merupakan salah duanya, begitu menurut General Manager Engineering Management Divison PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Irwin Tristanto.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

“Andaikata bepergian, ke SPBU isi cuma dua menit tiga menit, selesai. Kalau BEV kan harus isi ulang daya, artinya ada yang harus ada pengorbanan waktu. Nah memang penyesuaian perilaku itu yang perlu,” ujar dia di xEV Center, Karawang, Jawa Barat.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Irwin mengatakan pengguna mobil listrik perlu merencanakan perjalanannya termasuk menghitung kecukupan baterai mobil dengan jarak yang akan ditempuh.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

“Harus sudah lebih terencana mau ke mana. Dia bisa mengestimasi kilometer tersisa berapa kan ada informasinya. Misalnya akan menempuh 100 km–200 km, baterai cukup enggak, apakah perlu diisi lagi. Amannya sampai rumah diisi ulang, itu pun kalau cukup di rumah ada fasilitas isi dayanya,” jelas dia.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan
Berita Lainnya:
Bahlil Ajak Kolaborasi Investor Australia Kembangkan Baterai EV

Berbicara pengisian daya untuk kendaraan listrik di rumah misalnya, setidaknya diperlukan kapasitas daya minimal 3000 VA.

Pembahasan mengenai pentingnya perilaku berkendara dalam konteks mobil listrik juga disampaikan Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam dalam kesempatan yang sama. Dia lalu menuturkan tentang pentingnya perilaku berkendara yang aman.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Khusus untuk mobil listrik ini, perilaku penggunanya harus berubah. Safety behavior juga harus lebih baik. Bicara mobil listrik bukan hanya mengenai nikelnya, mobilnya, tetapi harus berbicara mengenai orangnya,” ujar dia yang juga berpendapat ke depannya diperlukan revolusi berkendara.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Jokowi Pastikan akan Perpanjang Izin Ekspor PT Freeport

Bob Azam lalu mengatakan, nantinya tidak menutup kemungkinan kendaraan listrik menjadi alat transportasi alternatif masyarakat misalnya di perkotaan.

ADVERTISEMENTS

“Mungkin akan jadi kendaraan alternatif di perkotaan, bisa diisi daya di rumah. Mungkin dimulai dengan yang sifatnya praktis seperti itu. Kita juga masih menerka-nerka,” demikian kata dia.

ADVERTISEMENTS

Kemudian, berbicara tentang teknologi baterai menyentuh penggunaan nikel, dia menuturkan Toyota mempertimbangkan keefisienan teknologi dan mencari solusi untuk mendukung industri nikel di Indonesia.

 

sumber : ANTARA

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi