Jumat, 14/06/2024 - 19:23 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Tak Disangka Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Rusak Otak, Salah Satunya Nyundul Bola

Bola (ilustrasi). Ada beberapa kebiasaan yang dapat merusak otak, salah satunya menyundul bola.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

JAKARTA — 

Otak memili banyak fungsi penting bagi kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, otak perlu dilindungi dari berbagai hal yang bisa merusaknya, termasuk kebiasaan-kebiasaan tidak sehat.



ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Menurut spesialis gangguan otak, dr Daniel Amen, ada empat kebiasaan yang banyak dilakukan orang namun sebenarnya bisa merusak otak. Berikut ini adalah keempat kebiasaan tersebut, seperti dilansir Express pada Ahad (28/1/2024):

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

1. Banyak mengonsumsi gula



Asupan gula yang berlebih bisa memicu terjadinya peradangan dan meningkatkan risiko diabetes. Bila diabetes sudah terjadi, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah.



ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh
ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

“Anda akan mendapatkan aliran darah yang lebih rendah ke otak Anda,” kata dr Amen.



ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
Jadi Korban Cyberbullying, Mengapa Anak Harus Hindari Balas Komen Jahat di Media Sosial?
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi gula secara berlebih juga dapat memicu terjadinya adiksi. Kondisi ini akan semakin memperbesar peluang terjadinya diabetes dan obesitas.

 “Saat berat badan badan Anda meningkat, ukuran fisik dan fungsi otak Anda menurun,” ujar dr Amen.



ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

2. Menyundul bola

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
ADVERTISEMENTS



Banyak pemain bola yang kerap menunjukkan kebolehan mereka dalam menyundul bola. Dr Amen menilai kebiasaan ini perlu dihindari karena berpotensi membawa dampak buruk bagi kesehatan otak, termasuk meningkatkan risiko terjadinya demensia.



ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

Hal ini juga didukung oleh sebuah studi yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Karolinska Institutet di Swedia. Studi ini menemukan bahwa pemain bola memiliki peluang 50 persen lebih tinggi untuk mengalami demensia dibandingkan populasi umum.



Berita Lainnya:
Ahli Endokrinologi Peringatkan: Hindari Minuman Manis Jika Derita Pradiabetes

3. Mengonsumsi kafein berlebih



Asupan kafein bisa membatasi aliran darah ke otak. Studi juga menemukan adanya konsumsi kafein berlebih dengan penyusutan otak. Selain itu, studi menemukan adanya hubungan antara konsumsi kafein dengan gangguan tidur.

Seperti diketahui, gangguan tidur juga berkaitan dengan kejadian demensia. 

”Bila Anda hanya mengonsumsi 100 mg kafein per hari mungkin itu tidak apa-apa,” kata dr Amen.



4. Merokok



Nikotin dari rokok juga bisa menghambat aliran darah ke otak. Di samping itu, studi dari tim ilmuwan di Washington University School of Medicine menemukan bahwa kebiasaan merokok bisa menyusutkan otak. Penyusutan otak merupakan kondisi yang berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif, demensia, dan penyakit Demensia. 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ البقرة [6] Listen
Indeed, those who disbelieve - it is all the same for them whether you warn them or do not warn them - they will not believe. Al-Baqarah ( The Cow ) [6] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi