Rabu, 24/04/2024 - 10:02 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

HIBURAN

Mulai Populer, Sambung Bulu Mata Pakai Lampu UV Ternyata Berbahaya

ADVERTISEMENTS

Perempuan menunjuk matanya (Ilustrasi). Praktik pemasangan bulu mata palsu dengan pemakaian lampu UV dianggap sangat mengkhawatirkan.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

JAKARTA — Layanan sambung bulu mata alias eye lash extension menggunakan lampu UV mulai populer di beberapa salon. Prosesnya melibatkan penyinaran dengan sinar UV setelah bulu mata palsu direkatkan ke mata konsumen. Proses ini diklaim dapat membuatnya tahan air dan tahan lama.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Para ahli menyoroti bahwa praktik itu bisa berbahaya dan sangat mungkin menimbulkan risiko kesehatan akibat pemakaian lampu UV ke mata. Walaupun risiko kesehatan jangka panjangnya belum bisa dipastikan, tapi praktik itu disebut sangat mengkhawatirkan.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Apa itu Kucing Caracal yang Bikin Rachel Vennya 'Sentil' Okin?

Salah satunya disampaikan Asosiasi Terapi Kecantikan dan Tata Rias Inggris (BABTAC), yang mengatur para profesional kecantikan. BABTAC tidak mengasuransikan penyedia layanan yang menawarkan perawatan itu karena kurangnya penelitian mengenai potensi risikonya.

ADVERTISEMENTS

Ketua BABTAC, Lesley Blair, mengatakan setiap kali ada perawatan baru muncul dalam industri kecantikan, BABTAC punya peran besar. Salah satunya, memastikan profesional kecantikan mempertahankan nilai tinggi perawatan yang ditawarkan di salon oleh para profesional, namun tidak demikian jika menyangkut sambung bulu mata dengan paparan sinar UV.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

 

“Karena masih banyak penyelidikan dan penelitian yang harus dilakukan mengenai risiko kesehatan jangka pendek atau jangka panjang, saat ini kami tidak menawarkan asuransi untuk perawatan ini,” ucap Blair, dikutip dari laman Daily Mail, Selasa (30/1/2024).

Berita Lainnya:
Menyala! Trailer Joker 2 Sudah Ditonton Hingga 167 Juta Kali dalam 24 Jam

Pakar dermatologi Leila Asfour dari British Association of Dermatologists mengatakan bahwa kulit di kelopak mata sangat tipis, sensitif, dan rentan terhadap reaksi alergi. Sementara itu, lem bulu mata biasanya berbahan dasar sianoakrilat, yang merupakan penyebab umum alergi kontak.

Ditambah dengan penggunaan sinar UV, ada kekhawatiran itu dapat berkontribusi terhadap perkembangan melanoma, jenis kanker kulit paling mematikan.

“Perlu lebih banyak data tentang sambung bulu mata UV/LED yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk mengetahui efek sebenarnya,” kata Asfour.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi