Rabu, 01/05/2024 - 05:51 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Dokter-dokter Myanmar Selamatkan Nyawa Para Pejuang Pro-Demokrasi

ADVERTISEMENTS

Foto yang disediakan oleh Kelompok Aktivis Kyunhla ini menunjukkan setelah serangan udara di desa Pazigyi di Kotapraja Kanbalu, Wilayah Sagaing, Myanmar, Selasa (11/4/2023). Saksi dan laporan media independen mengatakan puluhan penduduk desa di Myanmar tengah tewas dalam serangan udara dilakukan Selasa oleh pemerintah militer negara Asia Tenggara itu.

ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Thantawi Ishak mantan Komisaris Utama Bank Aceh

DOHA- Saat militer merebut kekuasaan pada Februari 2021 lalu, Dr Ye menjalani kehidupan yang hanya dapat diimpikan anak muda Myanmar yaitu bekerja sebagai dokter di London. Berasal dari keluarga pro-militer dia tidak memiliki banyak opini pada politik saat itu.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA
ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah

“Sebelum kudeta, mereka mencuci otak saya, kudeta menyadarkan saya,” kata dokter berusia 32 tahun itu pada Aljazirah, Rabu (1/2/2024).

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Menlu Iran Resmikan Konsulat Baru di Suriah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

Namun dia merasa meninggalkan para penyintas dengan rasa bersalah. Dari jauh dia melihat ratusan orang yang berusia sama dengannya dan lebih muda lagi ditembak di jalan selama unjuk rasa damai pro-demokrasi.

ADVERTISEMENTS

Tak lama kemudian unjuk rasa berubah menjadi pemberontakan bersenjata, militer mengerahkan pasukan terhadap warga sipil.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

“Untuk sementara saya mendonasikan uang, tapi saya tidak senang dengan itu, setiap pagi saat bangun, saya depresi melihat berita tentang pembunuhan, pengeboman, pembakaran desa,” katanya.

Berita Lainnya:
Sumber Irak: Iran Beritahu Negara Tetangga Sebelum Serang Israel

Di titik terendahnya Dr Ye bahkan mencoba mengakhiri hidupnya. “Saya memutuskan untuk pulang dan berpartisipasi langsung dalam revolusi,” katanya.

Pada April 2022 dia terbang ke Negara Bagian Kayah yang berbatasan dengan Thailand. Koalisi kelompok bersenjata anti-kudeta menguasai banyak wilayah di sana dan di negara bagian tetangga, Shan.

Keputusan Dr Ye untuk pindah ke “area pembebasan” menyebabkan keretakan di keluarganya. Karena ayahnya pejabat departemen pemasyarakat rezim berkuasa di Naypyidaw.

“Kami benar-benar berpisah, kami tidak saling berbicara lagi, saya pikir ia tidak akan pernah mengubah pemikirannya,” kata Dr Ye.

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi