Rabu, 24/04/2024 - 09:38 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIPERTANIAN

Erick Thohir: Perusahaan Pertanian UEA Tertarik Investasi di Food Estate Indonesia

ADVERTISEMENTS

 JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan peluang kerja sama yang dijajaki Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA) di sektor ketahanan pangan. Dalam pertemuannya dengan Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab, Suhail Mohamed Al Mazrouei di acara Round Table Meeting antara Indonesia-UEA di Hotel Four Seasons Jakarta, Kamis (1/2/2024), turut didiskusikan peluang kerja sama pada program Food Estate.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

Pemerintah UEA dalam diskusi dengan Indonesia telah membawa Elit Agro, perusahaan pertanian terkemuka di negara tersebut untuk berinvestasi di program pemerintah tersebut.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

“Food Estate salah satu yang tadi didiskusikan dengan UEA. Bahkan, mereka sudah membawa perusahaan besarnya Elit Agro yang mau investasi di Food Estate kita,” ujar Erick dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (1/2/2024).

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Menurut Erick, Pemerintah UEA melihat potensi program Food Estate Indonesia untuk ketahanan pangan masa mendatang. Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya untuk Indonesia tetapi bagi UEA.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
BUMN Tahan Harga BBM, Ini Penjelasan Erick Thohir

 

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Erick menegaskan program Food Estate bukan sebagai investasi yang jangka pendek. Untuk merasakan hasilnya, setidaknya membutuhkan waktu 4-5 tahun.

“Jadi Food Estate itu perlu waktu ya minimal 4-5 tahun baru kita lihat hasilnya dan dari saat awalnya harus benar. Inilah kenapa kalau tadi dari UEA juga melihat ini potensi sebagai ketahanan daripada makanan, bukan hanya buat kita, buat dia juga. Ini hal yang menurut kita menjadi win-win. Jadi kita membuka partnership dengan segala pihak,” ujarnya.

Erick menyampaikan, alasan Food Estate bukan program yang singkat. Hal ini karena untuk memastikan kecocokan bibit tanaman tertentu saja membutuhkan waktu setidaknya minimal enam bulan.

“Contoh, menanam bibit gula itu enam bulan mana bibit yang cocok dengan lahannya. Padi juga begitu bisa 6 bulan. Jadi perlu satu sampai sampai dua tahun sampai dia benar-benar tumbuh sesuai dengan tadi yang kita proyeksikan,” ujarnya.

Berita Lainnya:
Erick Thohir Sediakan Bus Mudik Khusus Bagi Difabel

Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirates Arab (UEA), Suhail Mohamed Al Mazrouei menyampaikan ketertarikan negaranya untuk berinvestasi di Indonesia. Menurutnya, saat ini kerja sama investasi antara Indonesia dan UEA telah terjalin mulai dari energi hijau, logistik, infrastruktur, hingga investasi ketahahanan pangan.

“Rencana Indonesia di bidang energi hijau adalah besar dan pemerintah bekerja untuk memastikan keberlanjutan untuk generasi masa depan. Kami yakin akan keberlanjutan, sehingga kami juga melihat peluang investasi di berbagai sektor,” ujarnya.

Melalui pertemuan ini, Suhail juga memastikan pemerintahnya terus membangun hubungan baik dengan Indonesia baik secara politik maupun kerja sama ekonomi. Ia juga memastikan akan mempromosikan Indonesia kepada negara-negara global.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi