Rabu, 17/04/2024 - 10:13 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Informasi Diplomatik Jepang Bocor Pascaserangan Siber China

ADVERTISEMENTS

Jepang mendeteksi serangan siber skala besar dan bocornya sejumlah telegram diplomatik selama periode pemerintahan Jepang di bawah Perdana Menteri Shinzo Abe.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

 TOKYO — Informasi diplomatik Jepang bocor setelah serangan siber China terhadap Kementerian Luar Negeri pada 2020, kata sumber pemerintah Jepang pada Senin (5/2/2024), mengungkap kerentanan digital negara itu. Jepang mendeteksi serangan siber skala besar dan bocornya sejumlah telegram diplomatik selama periode pemerintahan Jepang di bawah Perdana Menteri Shinzo Abe, tetapi jenis dari informasi yang bocor masih belum diketahui publik.

ADVERTISEMENTS

Tokyo dan Washington membahas tindakan balasan setelah kebocoran telegram diplomatik itu, yang merupakan dokumen yang sangat rahasia yang dipertukarkan setiap hari antara kementerian dan misi diplomatik di luar negeri, kata sumber pemerintah Jepang itu.

ADVERTISEMENTS
Promo Takjil Bank Aceh Syariah

Telegram diplomatik dikirim melalui Jaringan Pribadi Virtual Protokol Internet terenkripsi, atau IP – VPN, menurut sumber tersebut. Penggunaan jaringan semacam ini sangat penting untuk mentransfer data sensitif. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshimasa Hayashi mengatakan pada konferensi pers bahwa pemerintah Perdana Menteri Fumio Kishida belum mengonfirmasi bahwa informasi rahasia Kementerian Luar Negeri telah diakses melalui serangan siber.

ADVERTISEMENTS
Promo Pembiayaan Ramadhan Ekstra Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Wartawan Aljazirah Dilepas Tentara Israel Setelah 12 Jam Disiksa

“Kementerian secara rutin bekerja untuk menjaga dan memperkuat keamanan dunia maya,” ujar Hayashi, mengutip Kyodo.

Jepang tertinggal di belakang negara-negara maju lainnya dalam pengembangan pertahanan keamanan sibernya. Hal itu menyebabkan kekhawatiran besar bagi negara sekutu keamanan dekatnya, Amerika Serikat. Washington telah mendesak Tokyo untuk meningkatkan kemampuan keamanan siber Jepang.

ADVERTISEMENTS
Ramadhan Berbagi Bersama Bank Aceh Syariah

Dalam Strategi Keamanan Nasional yang diperbarui belum lama ini, Pemerintah Jepang berjanji untuk memperkenalkan “pertahanan siber aktif” untuk menghilangkan terlebih dahulu kemungkinan serangan siber serius yang dapat mengancam keamanan nasional dan infrastruktur penting.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses Pelantikan dan Setijab Mayjen TNI Niko Fahrizal
Berita Lainnya:
Anime Festival Asia Siap Digelar pada 3-5 Mei 2024

Namun, rancangan undang-undang (RUU) untuk menerapkan pendekatan yang lebih aktif terhadap pertahanan dunia maya belum diajukan ke parlemen karena diskusi tentang masalah itu terhenti, dengan kekhawatiran bahwa langkah seperti itu dapat melanggar jaminan Konstitusi negara tentang kerahasiaan komunikasi.

ADVERTISEMENTS
Semarak Ramadhan 1445 H bersama Bank Aceh Syariah, Diskon Belanja 50%

Di antara kantor-kantor pemerintah lainnya yang telah mengalami serangan dunia maya, Badan Eksplorasi Antariksa Jepang kemungkinan menjadi sasaran serangan tahun lalu, tetapi tidak ada informasi sensitif tentang roket atau satelit yang diakses.

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh - Telkomsel, Beli Paket Data mulai dari 110K OMG melalui Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Periode 11 Maret - 11 April 2024

Pada Agustus 2023, Pusat Kesiapan dan Strategi Insiden Nasional untuk Keamanan Siber pemerintah mengatakan bahwa mereka menemukan bahwa alamat email dan informasi lainnya mungkin telah bocor sebagai akibat dari akses eksternal yang tidak sah.

AADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

sumber : ANTARA

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi