Sabtu, 20/04/2024 - 07:43 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIPERTANIAN

Mentan Optimistis Indonesia Bakal Kembali Bisa Ekspor Jagung

ADVERTISEMENTS

BANDA ACEH — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimistis Indonesia bakal kembali melakukan ekspor jagung seperti yang dilakukan pada beberapa tahun terakhir sebelum pandemi COVID-19. Oleh karenanya terus melakukan berbagai upaya untuk akselerasi peningkatan produksi pangan nasional khusus jagung dan padi.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

“Panen jagung hasil kolaborasi dengan Kodam Iskandar Muda Provinsi Aceh ini merupakan hilal, tanda-tanda kita setop impor jagung. Ini juga didukung akan dilakukan panen serentak jagung di sejumlah lokasi di Indonesia dalam waktu dekat,” kata Amran di Aceh Besar, Selasa (6/2/2024).

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Hal itu disampaikan Andi Amran saat melakukan panen sekaligus tanam jagung bersama Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya dan Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki di lahan Demplot Yonif 112/DJ, Desa Deunong, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
IMF Nilai Vietnam Punya Banyak Peluang Ekonomi dari Digitalisasi

Ia menjelaskan, gerakan tanam jagung tersebut bukan hanya untuk dikonsumsi, tetapi juga menjadi gerakan kemanusiaan yang dapat disumbangkan apabila produksi dalam negeri surplus.

Indonesia pernah mengekspor jagung pada 2018 dan 2019 lalu, dan terhenti akibat tekanan dampak fenomena El Nino. Namun kondisi ini akan segera pulih mengingat sejumlah lokasi di Tanah Air sudah memasuki masa panen jagung serempak dan juga yang masih tanam.

“Dari Aceh kita optimis bisa kembali wujudkan ekspor,” ujarnya.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Menurut Mentan, Pemerintah Aceh mengajukan bantuan bibit jagung untuk lahan seluas 60 ribu hektare di seluruh Aceh. Akan tetapi pihaknya akan menambah menjadi 100 ribu hektare, apabila jagung-jagung di lahan 60 ribu hektare itu berproduksi dengan baik.

“Jika produktivitasnya 5 ton per hektare, (maka, red) 100 ribu hektare dapat menghasilkan 500 ribu ton. Ini artinya apa, masalah impor kita stop cukup dari Aceh saja karena impor jagung kita berkisar 250-500 ribu ton. Belum lagi ditambah produksi dari provinsi lainnya, Jawa Timur, Sulsel, Lampung dan NTB stok jagung dalam negeri melimpah,” ujarnya.

Berita Lainnya:
Ahli Waris Korban Tragedi Sriwijaya Air SJ182 Siap Tuntut Boeing ke AS

Selain itu, kata Mentan, untuk memudahkan petani dan pemerintah daerah meningkatkan produksi pangan, Presiden Joko Widodo telah menambah subsidi pupuk sebesar Rp 14 triliun.

Begitu juga dengan Kementan, yang juga melakukan refocusing anggaran Rp 7,7 triliun dengan tujuan untuk membelikan bibit yang dibagi ke masyarakat, membangun irigasi dan lainnya.

“Kami putuskan anggaran kami itu refocusing Rp 7,7 triliun anggaran untuk seminar, untuk rapat-rapat, untuk bangunan yang tidak berhubungan produksi, kami refocusing menjadi Rp 7,7 triliun, belikan benih bibit gratis, belikan peralatan pertanian, membangun irigasi,” katanya.

sumber : ANTARA

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi