Kamis, 25/04/2024 - 15:56 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Anak Penjarakan Ayah Kandung, Kejaksaan: Kami Sudah Berusaha Mendamaikan

ADVERTISEMENTS

 JAKARTA — Kejaksaan Negerti (Kejari) Tegal, sudah berusaha keras untuk menyelesaikan kasus anak yang ingin memenjarakan ayahnya di Tegal, Jawa Tengah. Namun upaya ini gagal karena pihak sang anak, yang masih belum mau melakukan perdamaian.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

Kepala Kejari Kota Tegal, Nur Elina Sari, mengatakan, pihaknya sudah berupaya menjalankan amanat Jaksa Agung (Jakgung), dalam menyelesaikan masalah seperti ini melalui mekanisme restoratif justice (JR).  Tetapi upaya tersebut ditolak oleh korban dengan menandatangani surat pernyataan dan berita acara penolakan perdamaian. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Hal ini disampaikan Nur Eling terkait dengan masih terus berjalannya kasus pidana yang melibatkan , ayah yang berinisial ZA (70 tahun) dan anak yang berinisial KT (40 tahun). “Korban (KT) menolak karena korban mengalami trauma psikis,” kata Nur Eling.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
PN Medan Vonis Mati Pengedar Sabu 45 Kilogram

Upaya perdamaian ini  Kejari Tegal, saat menerima penyerahan barang bukti dan tersangka ZA, pada Selasa (16/1/2024). Kejari berupaya mempertemukan anak dan ayah tersebut.  Pihak anak menolak bertemu dengan ayahnya.

ADVERTISEMENTS

Karena upaya ini tidak berhasil, Kejari Tegal mau tidak mau harus menjalankan prosedur hukum dengan melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Kota Tegal. Akibatnya proses hukum pidana kasus ini tetap berjalan.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Upaya mendamaikan perkara ayah dan anak ini, tidak hanya dilakukan pihak Kejari Kota Tegal saja. Penasihat hukum korban maupun pelapor pun sudah berusaha melakukannya.

Penasihat hukum pelapor, Fery Junaedi mengaku sudah mengupayakan perdamaian. Tapi sang anak belum bisa memaafkan ayahnya. Penyebabnya, KDRT yang dilakukan sang ayah dilakukan secara berulang-ulang. 

Berita Lainnya:
Pengamat Sebut PDIP dan PKS Masuk Kabinet, Nasib Anies dan Ganjar Tragis

Fery juga mengaku pernah berupaya mendamaikan saat kasus ini masih tahap penyidikan di Polres Tegal. Ini dilakukan dengan mengupayakan pelibatan tiga kakak kandung KT. Sayangnya, mereka tidak ada yang datang saat pemanggilan.

“Pada dasarnya tidak ada niatan anak untuk melaporkan bapaknya atau memenjarakan ayahnya sendiri.Namun karena keseringan bahkan kejadian berkali-kali, maka anak itu melaporkan,” kata Ferry.

Kasus yang menjadi perhatian publik ini, menurut David Surya, berawal dari kotoran kucing. Terdakwa ZA menegur anaknya terkait dengan masalah kotoran kucing yang tidak dibersihkan. Sampai akhirnya kasus ini harus berujung di pengadilan.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi