Rabu, 17/04/2024 - 06:39 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

BI: Perkuat Sektor Pertanian untuk Akselerasi Perekonomian Bali

ADVERTISEMENTS

DENPASAR — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja mengatakan perlu upaya untuk memperkuat sektor pertanian sebagai sektor potensial di luar pariwisata untuk mengakselerasi perekonomian di Pulau Dewata.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

“Kami melihat penting untuk terus memperkuat sektor pertanian, termasuk di dalamnya ada sektor perkebunan dan perikanan,” kata Erwin di Denpasar, Jumat (9/2/2024).

ADVERTISEMENTS

Pada kuartal IV 2023, perekonomian Bali tumbuh menguat dan tercatat sebesar 5,86 persen (yoy) atau 5,71 persen (yoy) untuk keseluruhan tahun 2023, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang sebesar 5,36 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi Bali juga lebih tinggi dibandingkan dengan nasional yang tumbuh sebesar 5,04 persen (yoy) dan Bali menempati peringkat enam dari 34 provinsi di Indonesia.

ADVERTISEMENTS
Promo Takjil Bank Aceh Syariah

“Untuk keseluruhan 2024, kami prediksi pertumbuhan ekonomi Bali di kisaran 5 sampai 5,8 persen. Kita perlu gerak cepat dan kerja bersama untuk mempercepat dan memperkuat perekonomian Bali,” ujarnya.

ADVERTISEMENTS
Promo Pembiayaan Ramadhan Ekstra Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Bandara SIM Aceh Terima Tambahan Penerbangan Angkutan Lebaran

Selain sektor pertanian, lanjut Erwin, sektor lain yang juga harus diperkuat yakni infrastruktur dan pariwisata berkualitas. “Pengembangan pariwisata yang berkualitas itu penting karena di dalamnya ada berbagai sektor yakni sektor akomodasi makan dan minum, transportasi, dan konstruksi di dalamnya,” kata dia.

Sebelumnya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali GA Diah Utari dalam Sarasehan Perekonomian Bali mengatakan sektor pertanian telah menyumbang sekitar 15 persen terhadap PDRB Bali. Sektor ini mampu menyerap hingga 20 persen tenaga kerja, serta berperan penting dalam pengendalian inflasi.

ADVERTISEMENTS
Ramadhan Berbagi Bersama Bank Aceh Syariah

Subsektor perikanan yang termasuk dalam sektor pertanian juga memiliki pangsa terbesar dan potensi ekspornya cukup tinggi. “Namun, pertumbuhan kredit subsektor ini justru terkontraksi karena dinilai berisiko tinggi, yang tercermin dari tingginya Non Performance Loan (NPL) dan Loan at Risk (LAR),” katanya.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses Pelantikan dan Setijab Mayjen TNI Niko Fahrizal

Diah Utari menambahkan, diversifikasi sumber pertumbuhan di luar pariwisata penting untuk menyeimbangkan pertumbuhan antara kawasan utara dan selatan Bali. Saat ini, kata dia, daerah berbasis pariwisata memiliki pendapatan per kapita per bulan, pengeluaran per bulan, dan intermediasi kredit yang lebih tinggi dibandingkan daerah non-pariwisata.

ADVERTISEMENTS
Semarak Ramadhan 1445 H bersama Bank Aceh Syariah, Diskon Belanja 50%
Berita Lainnya:
Kemendagri Komitmen Perkuat Keuangan dan Pembangunan Ekonomi Daerah melalui BPD

“Kestabilan harga juga perlu dijaga karena pertumbuhan ekonomi yang mensejahterakan masyarakat harus dibarengi dengan inflasi yang terkendali,” ujar Diah Utari.

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh - Telkomsel, Beli Paket Data mulai dari 110K OMG melalui Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Periode 11 Maret - 11 April 2024

Pengendalian inflasi tidak hanya untuk kestabilan harga jangka pendek namun juga jangka panjang dengan membentuk ekosistem rantai distribusi hulu-hilir yang melibatkan Perumda Pangan sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah. “Upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sektor potensial memerlukan dukungan kemudahan akses pembiayaan dan dukungan investasi baik melalui perbankan maupun FDI (Foreign Direct Investment). Oleh karena itu. perlu sinergi seluruh pihak untuk mempromosikan sektor potensial di Provinsi Bali,” katanya.

AADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

 

sumber : ANTARA

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi