Jumat, 19/04/2024 - 15:49 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Suara PDIP Tinggi, Tapi Ganjar-Mahfud Nyungsep, Ini Analisa Pengamat

ADVERTISEMENTS

Calon Presiden nomor urut 03 Ganjar Pranowo bersama keluarga saat memberikan hak suara Pemilu 2024 di TPS 11, Lempongsari, Gajahmungkur, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (14/2/2024).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

JAKARTA- Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, mencermati fakta suara PDIP masih relatif tinggi berdasarkan hitung cepat Pemilu Legislatif (Pileg), tapi justru tidak mampu mendongkrak suara paslon yang mereka usung yakni Ganjar Pranowo-Mahfud MD. 

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Ujang menilai ada kemungkinan pemilih loyal PDIP memiliki pilihan lain untuk capres-cawapres. Sehingga perolehan suara partai tidak selaras dengan suara Ganjar-Mahfud yang menurut hasil quick count berbagai lembaga survei berada di posisi paling buncit atau urutan tiga di bawah Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin.  

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Gubernur Mahyeldi: Eskalasi Timur Tengah tidak Berdampak Langsung Bagi Sumbar

“Ini artinya pemilih PDIP tidak ikut pilihan partai untuk capres-cawapres,”kata Ujang, Kamis (15/2/2024).

Ujang menjelaskan memang wajar bila ada perbedaan pilihan partai dan pilihan terhadap capres-cawapres. Untuk pilihan partai kata Ujang, kader-kader yang menyentuh akar rumput sudah menjalin keterikatan yang sangat erat dengan pemilihnya sejak lama. Bahkan jauh-jauh hari sebelum Pemilu.

Sementara capres-cawapres menurut Ujang baru berkeliling menyapa masyarakat tiga bulan pada masa kampanye. Sehingga ikatan emosional capres-cawapres dengan masyarakat tidak sekuat dengan kader-kader yang maju menjadi calon legislatif. 

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

“Capres-cawapres ini keterikatannya kan baru begitu dideklarasikan sebagai pasangan kan baru beberapa bulan lalu,”ujar Ujang.

Berita Lainnya:
BMKG: Cuaca Ekstrem di Jateng Masih akan Berlangsung Hingga 18 April

 Ujang juga menduga PDIP memang realistis untuk tidak memburu kemenangan di dua kontesasi yakni Pileg dan Pilpres.  “Saya melihat di situ. PDIP yang penting jangan sampai kalah dua-duanya. Jadi strateginya memenangkan Pileg, enggak apa-apa Pilpres kalah,” kata Ujang menambahkan.

Hal serupa juga dikemukakan Guru Besar Ilmu Politik Universitas Andalas, Asrinaldi. Menurut dia, preferensi orang ke partai berbeda dengan preferensi ke paslon.

 “Tidak semua kekuatan akar rumput PDIP memilih Ganjar, sehingga memilih sesuai dengan keinginannya. Bisa aja ke 02 yang didukung Pak Jokowi. Walau PDIP suara maksimal, tapi calonnya tidak,” kata Asrinaldi. 

 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi