Jumat, 19/04/2024 - 17:05 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

SMA Putra Bangsa Depok Dulu Sering Tawuran, Siswa: Tradisinya Sudah Lama Ditinggalkan

ADVERTISEMENTS

Pelajar ditangkap karena tawuran (Ilustrasi). Salah seorang pelajar mengaku biasanya tawuran terjadi karena ajakan teman untuk gengsi dan pengakuan.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

JAKARTA — Kota Depok sempat dikenal dengan banyaknya anak SMA yang tawuran sekitar tahun 2005 hingga 2015, dan kebanyakan berasal dari sekolah swasta. Salah seorang pelajar kelas 10 yang saat ini sekolah di SMA Putra Bangsa, mengatakan tradisi tawuran seperti itu sudah tidak ada.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Hampir Setiap Hari Ada Motor Hilang, Warga Pancoran Diminta Waspada

 

ADVERTISEMENTS

“Di Putra Bangsa sudah nggak ada sekarang. Biasanya karena tradisi ya, tapi sudah lama sekali ditinggalin, saya lupa sejak tahun berapa,” ucap pelajar lelaki bernama Arya Razma itu, saat ditemui Republika.co.id di Depok, Jawa Barat, Senin (19/2/2024).

 

 

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

SMA Putra Bangsa merupakan salah satu sekolah yang dulunya memang dikenal sering tawuran. Arya mengatakan, biasanya tawuran terjadi karena ajakan teman untuk gengsi dan pengakuan.

Berita Lainnya:
Tanggulangi Tuberkulosis di Tempat Kerja, Otsuka Group Raih Penghargaan ‘Exemplar Award’ 

 

“Mereka mencari jati diri, kayak pengen diakui sama orang lain, dan sama paling banyak karena ajakan,” ungkap Arya soal motivasi pelajar tawuran.

 

Arya mengaku pernah diajak tawuran sewaktu masih SMP. Menolak ajakan tersebut, ia merasa beruntung tidak diganggu.

“Biasanya ada beberapa grup yang jika menolak diajak tawuran, maka di sekolah akan dirundung,” kata Arya.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi