Rabu, 24/04/2024 - 16:55 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Prancis Usir Imam Asal Tunisia karena Dianggap Tebar Kebencian Terhadap Yahudi

ADVERTISEMENTS

 PARIS – Otoritas Prancis telah mengusir seorang imam asal Tunisia bernama Mahjoub Mahjoubi. Dia dituduh menyebarkan kebencian terhadap perempuan dan umat Yahudi.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin, lewat akun X resminya pada Jumat (23/2/2024) mengungkapkan, Mahjoubi, yang menjadi imam di kota kecil Bagnols-sur-Ceze, dideportasi ke Tunisia kurang dari 12 jam setelah penangkapannya. Darmanin menyebut, pemulangan Mahjoubi kembali ke negaranya merupakan demonstrasi dari undang-undang (UU) imigrasi yang baru disahkan. Dia mengatakan, UU itu membuat Prancis menjadi lebih kuat.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

“Ketegasan adalah aturannya,” kata Darmanin, yang menggambarkan Mahjoubi sebagai “imam radikal yang membuat komentar tidak dapat diterima”.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Presiden Ekuador Sebut Serbuan ke Kedubes Meksiko Demi Keamanan Nasional

UU yang memperketat kondisi migrasi dipandang sebagai bagian dari respons pemerintah terhadap kebangkitan kelompok sayap kanan dalam jajak pendapat di Prancis. Hal itu ditentang keras oleh partai-partai sayap kiri.

ADVERTISEMENTS

Dilaporkan laman Al Arabiya, perintah resmi pengusiran Mahjoubi mengatakan bahwa dalam khotbahnya pada Februari, dia telah memberikan gambaran Islam yang “mundur, tidak toleran, dan penuh kekerasan”. Prancis memandang tindakan Mahjoubi akan mendorong perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai negara-negara tersebut, diskriminasi terhadap perempuan, ketegangan dengan komunitas Yahudi, dan “radikalisasi jihadis”.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil
Berita Lainnya:
Pengorbanan Sapi Merah dan Nubuat Akhir Zaman

Menurut surat perintah pengusiran, Prancis menyebut Mahjoubi telah menggambarkan orang-orang Yahudi sebagai musuh. Prancis pun menuduh Mahjoubi menyebarkan seruan penghancuran masyarakat Barat.

Pengacara Mahjoubi, Samir Hamroun, mengatakan, dia akan mengajukan banding atas pengusiran kliennya. Tahun lalu, Prancis mengusir seorang imam Maroko dan seorang warga Aljazair yang pernah menjadi pejabat di sebuah masjid yang ditutup pada 2018.

Pada 2020, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, dia ingin mengakhiri masa tinggal sekitar 300 imam yang dikirim oleh negara lain ke Prancis. Tidak ada yang diterima dari luar negeri sejak Januari tahun ini.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi