Rabu, 24/04/2024 - 16:19 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

KPMI Sebut Rumah Halal Bersama Bisa Jadi Solusi Produksi bagi UKM

ADVERTISEMENTS

JAKARTA — Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Rachmat Marpaung mengatakan bahwa pembangunan rumah produksi halal bersama dapat menjadi solusi bagi usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengembangkan bisnis mereka tanpa memerlukan dana yang besar.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

“Di rumah produksi halal bersama ini, teman-teman UKM itu bisa datang hanya dengan membawa formula, bahan-bahan, konsep pemasaran, dan lain sebagainya. Nanti, produksinya kita lakukan sama-sama, tidak perlu bikin pabrik,” ujar Rachmat di Jakarta, Senin (26/2/2024).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Ia mencontohkan bahwa untuk membangun rumah potong hewan berkapasitas potong 2.000 ekor per jam yang layak serta memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan sertifikasi halal dibutuhkan investasi sebesar Rp 5-7 miliar, tanpa mencakup biaya penyediaan lahan.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Pastikan Kepatuhan Perusahaan, Pemkot Jaktim Bersinergi dengan BP Jamsostek

Pihaknya pun berharap pemerintah dapat membangun suatu kawasan industri halal yang dilengkapi dengan rumah produksi bersama, pusat pengemasan terintegrasi, pusat layanan logistik, pusat pemasaran (marketing), serta badan layanan terpadu satu pintu pendukung industri halal.

ADVERTISEMENTS

 

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Dengan begitu, Rachmat mengatakan bahwa UKM yang memanfaatkan fasilitas tersebut tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam mengolah dan memasarkan produk mereka, namun juga mengurus sertifikat halal serta izin edar.

“Kalau (badan layanan terpadu satu pintu) itu ada di kawasan industri halal, itu bisa membantu (proses perizinan di) rumah produksi halal bersama sehingga banyak permasalahan yang bisa kita pecahkan,” katanya.

Berita Lainnya:
Alhamdulillah, Tarif Tol Semarang-Jakarta Diskon Lagi 20 Persen

Selain itu, menurutnya kawasan industri tersebut juga akan meningkatkan efisiensi penyaluran bahan baku.

Rachmat menyatakan bahwa untuk mendukung geliat industri halal domestik, sejauh ini KPMI telah menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti Muslim Life Fair, serta mengembangkan rumah produk Indonesia sebagai pusat distribusi dan mitra penyaluran di Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Malaysia, dan Australia.

“Kemudian kamu juga bekerja sama dengan beberapa organisasi di luar negeri untuk berjejaring dan saling memberi manfaat, termasuk pemasaran produk kita di luar negeri,” katanya.

sumber : ANTARA

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi