Sabtu, 20/04/2024 - 17:32 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Militer Israel Masih Menembaki Rumah Sakit Nasser

ADVERTISEMENTS

Paramedis Palestina memeriksa kerusakan di ruang pasien akibat serangan Israel di bangsal bersalin Rumah Sakit Nasser, (ilustrasi)

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

 GAZA — Militer Israel masih menembakan Rumah Sakit Nasser di Kota Khan Younis, Jalur Gaza. Meski sebelumnya militer mengatakan mereka sudah mengakhiri operasi di dalam rumah sakit itu tapi penembak jitu masih berada di sana dan menembak apa pun yang bergerak di dekatnya.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Dikutip dari Aljazirah, Senin (26/2/2024) militer Israel juga masih memblokir konvoi yang membawa bantuan, bahan bakar dan pasokan air untuk masuk ke dalam rumah sakit. Sebelumnya militer Israel melakukan penangkapan massal sekitar 200 orang di dalam dan sekitar rumah sakit termasuk para staf dan pasien.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Iran Kecam Sikap ‘Standar Ganda’ Negara Barat Pejuang HAM

Sampai saat ini nasib mereka masih belum diketahui dan tidak ada yang tahu mereka dibawa ke mana dan apa yang terjadi pada mereka. Militer Israel juga melanjutkan serangan ke Rafah dengan menembak sebuah rumah di utara daerah itu. Kantor berita Palestina melaporkan serangan tersebut menewaskan empat orang termasuk seorang perempuan dan anak. Sejumlah orang juga terluka dalam serangan itu. Karena pasukan Israel terus menembaki bagian timur Rafah banyak warga yang terpaksa kembali mengungsi.

Dalam wawancara dengan CBS pada Ahad (25/2/2024) kemarin Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ketika militer Israel menggelar operasi yang sudah direncanakan di Rafah maka “tahapan intens” pertempuran akan memakan waktu selama beberapa pekan. Ia juga mengatakan sudah meminta militer untuk mengajukan rencana ganda yang mencakup detail bagaimana mengevakuasi warga sipil dari Rafah dan bagaimana menghabisi batalion Hamas di sana.

Berita Lainnya:
Menlu Iran Resmikan Konsulat Baru di Suriah

Diperkirakan terdapat 1,5 juta rakyat Palestina yang mengungsi di Rafah, lebih dari setengah populasi Gaza. Mereka dipaksa mencari perlindungan ke ujung selatan pemukiman itu karena serangan Israel.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

PBB sudah memperingatkan serangan ke Rafah akan mengakibatkan bencana. Lebih dari 600 ribu anak-anak berlindung di sana dan mengalami krisis kemanusiaan parah. Netanyahu mengatakan bila ada gencatan senjata maka serangan militer ke Rafah akan ditunda tapi tetap dilakukan.

“Tetap harus dilakukan karena tujuan kami kemenangan total, dan kemenangan total yang akan tercapai,” katanya. 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi