Kamis, 18/04/2024 - 16:42 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ACEH

Prof Marwan: Lulusan USK Mampu Menyumbang Talenta Digital bagi Bangsa

ADVERTISEMENTS

HARIANACEH.co.id|Banda Aceh – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) melaksanakan roadshow di Universitas Syiah Kuala (USK), dengan bahasan “Membentuk Karir Masa Depan di Era Berbasis AI”. Kegiatan ini berlangsung di Aula FMIPA kampus setempat, Senin, 26 Februari 2024.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan dalam sambutannya mengatakan, kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan, dapat memberikan semangat baru bagi mahasiswa dalam menekuni ilmu pengetahuan, dan melakukan inovasi sehingga dapat menunjang karir ke depan.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

“USK patut berbangga, mampu melahirkan sarjana yang telah mendirikan berbagai platform berbasis AI yang telah digunakan secara masif, beberapa diantaranya adalah twibbonize.com (media kampanye digital) dan suratplus.com (generator surat otomatis). Dua contoh tersebut merupakan gambaran bahwa lulusan USK mampu menyumbangkan talenta digitalnya bagi bangsa,” ungkap Marwan.

ADVERTISEMENTS

Keberhasilan USK dalam mencetak manusia unggul di bidang IT tidak diperoleh serta merta. Namun ada proses panjang didalamnya. Rektor menyampaikan, sejak tahun 2021, USK sudah memiliki Prodi Magister Kecerdasan Buatan di bawah Jurusan Informatika, Fakultas MIPA. Program studi tersebut lahir melalui DSAI Project, Erasmus+ yang bertujuan untuk membentuk program studi data science and artificial intelligence di Asia, yang salah satunya berada di USK.

Berita Lainnya:
Kadispora Aceh Serahkan SK Tenaga Kontrak

Untuk itu, Marwan berharap, kolaborasi antara USK dengan Kemenkominfo yang telah terjalin harmonis sejak tahun 2019 dapat terus berlanjut. Salah satu program yang dilaksanakan secara konsisten setiap tahunnya adalah Digital Talent Scholarship = Fresh Graduate Academy (DTS FGH), yang bertujuan untuk melatih kemampuan talenta-talenta muda sesuai dengan kebutuhan industri.

Lanjut Rektor, Beberapa pembelajaran yang ada dalam program DTS FGH akan diintegrasikan ke dalam kurikulum baru USK, khususnya pada sejumlah pembelajaran yang memang memerlukan muatan-muatan digital. Kerjasama program DTS FGH telah memberikan banyak manfaat bagi USK.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

“USK meyakini kolaborasi USK Kominfo RI pada hari ini juga akan memberikan manfaat besar bagi semua hadirin terutama mahasiswa, alumni USK. Selain itu, dengan dukungan BPSDM Kominfo dan Microsoft Indonesia diharapkan para lulusan dapat meningkatkan kapasitas digital. Tidak hanya menguasai penggunaan AI namun juga memperhatikan keamanan cyber sebagai salah satu resiko perkembangan digital,” ujarnya.

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik fotoWamenkominfo RI, Nezar Patria saat menyampaikan kuliah umum dengan materi; Menavigasi Revolusi AI: Karier di Masa Depan dan Potensi Manusia, di Aula FMIPA Universitas Syiah Kuala, Senin, 26 Februari 2024. |FOTO: Dok. Ist.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) RI, Nezar Patria menyampaikan kuliah umum dengan materi; Menavigasi Revolusi AI: Karier di Masa Depan dan Potensi Manusia. Dirinya terlebih dulu mengapresiasi USK yang telah membuka S2 Prodi Kecerdasan Buatan.

Berita Lainnya:
Kemenkominfo Siapkan 2500 Beasiswa DTS Bersama Google

“Dengan dibukanya S2 AI di USK, saya kira menjadi salah satu universitas yang cepat merespon perkembangan zaman. Dengan kolaborasi, (semoga) bisa memperkuat dan memperkuat para talenta digital yang ada di USK,” kata Wamenkominfo.

Nezar mengatakan, Salah satu tantangan dari kemunculan AI adalah hilangnya sejumlah lapangan pekerjaan. Namun begitu, ada banyak jenis pekerjaan lainnya yang muncul. Menurutnya, profesi maupun jenis pekerjaan yang hilang itu dikarenakan mereka tidak beradaptasi atau tidak menggunakan AI.

“Sekurang-kurangnya ada lima skill yang dibutuhkan di era disrupsi AI. Berpikir kreatif, pola pikir analitik, literasi teknologi, pola pikir sistemik, AI dan big data,” tutur Nezar.

Untuk itu, dirinya menyampaikan, Kominfo memiliki sejumlah program pengembangan digital, meliputi: advanced digital skill, intermediate skill dan basic digital skill-digital literacy. Lebih jauh, ia menerangkan bahwa AI telah menjadi bagian dari ekonomi masa depan.

“Saat ini pertumbuhan ekonomi digital Indonesia masih kurang dari 10 persen dari PDB. Kita harus bekerja keras. Hingga tahun 2030, paling tidak Indonesia butuh 9 juta talenta digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital,” jelasnya.

x
ADVERTISEMENTS
1 2

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi