Kamis, 25/04/2024 - 15:16 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Bareskrim Polri: Kasus Politik Uang Turun di Pemilu 2024

ADVERTISEMENTS

JAKARTA — Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, jumlah kasus tindak pidana pemilu berupa politik uang turun dalam Pemilu 2024 jika dibandingkan dengan Pemilu 2019. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

“Tahun 2019 itu ada 100 kasus politik uang yang ditangani Bareskrim dan jajaran. Kemudian di tahun 2024 itu ada 20 kasus,” kata Djuhandhani saat konferensi pers di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Selasa (27/2/2024). 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Djuhandhani tidak mengungkapkan bentuk politik uang yang terjadi dalam 20 kasus tersebut. Dia hanya menyebut bahwa beberapa kasus sudah lengkap berkasnya untuk diserahkan ke kejaksaan dan ada beberapa kasus yang masih dalam tahap penyidikan.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Pangdam: Gudmurah Nomor 6 yang Meledak Berisi Munisi Kedaluarsa

Secara keseluruhan, ujar dia, jumlah kasus tindak pidana pemilu juga turun. Pada Pemilu 2019, terdapat 849 laporan/temuan dugaan tindak pidana pemilu. Sebanyak 482 laporan/temuan dihentikan dan 367 diproses oleh Bareskrim

ADVERTISEMENTS

 

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Adapun dalam Pemilu 2024, terdapat 322 laporan/temuan. Sebanyak 149 di antaranya kini sedang dikaji, 108 laporan/temuan dihentikan, dan 65 kasus ditangani oleh Bareskrim Polri beserta jajaran. Kasus-kasus tersebut menyeret hampir semua partai politik peserta Pemilu 2024.

Djuhandhani menyebut, dari 65 kasus yang ditangani pihaknya itu, sebanyak 16 perkara di antaranya masih dalam proses penyidikan. Lalu 12 perkara dihentikan, dan 37 perkara sudah dalam tahap dua dan beberapa sudah vonis.

Berita Lainnya:
UMJ: Pers Kampus Dapat Perlindungan Ketika Terjadi Sengketa Pers

“Ini kami gambarkan bahwa pada saat ini penanganan perkara yang ditangani baik itu oleh Bawaslu ataupun kepolisian sampai dengan proses penyidikan ini angka yang cukup drastis turun,” kata Djuhandhani.

Menurut dia, jumlah kasus tindak pidana menurun pada Pemilu 2024 karena pihaknya, Bawaslu, dan masyarakat optimal melakukan pencegahan pelanggaran. Selain, itu durasi kampanye yang pendek juga membuat tidak banyak kasus yang muncul. 

“Ini menjadi sebuah analisa kami kenapa di tahun 2024 sangat turun drastis terkait dengan tindak pidana pemilu,” kata jenderal polisi bintang satu itu.

 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi