Kamis, 18/04/2024 - 17:59 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Hizbullah Bom Markas IDF di Galilea Saat Panglima Perang Israel Lagi Berkeliling Wilayah Itu

ADVERTISEMENTS

BANDA ACEH  – Kelompok milisi Lebanon, Hizbullah dilaporkan mengebom pangkalan militer Israel di Galilea Barat ketika Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Herzi Halevi sedang mengunjungi daerah yang sama, Selasa (27/2/2024).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Media Penyiaran Israel melaporkan, Halevi sedang berkeliling memeriksa dan menilai situasi serta kesiapan pasukannya di daerah tersebut ketika serangan itu terjadi.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Mengetahui serangan itu, Herzi mengatakan kalau milisi Lebanon “harus membayar harga yang mahal” karena bergabung dengan Hamas pada tanggal 7 Oktober.

ADVERTISEMENTS

Rekaman dramatis atas serangan dari Hizbullah itu menunjukkan saat roket menghantam jalan raya, beberapa meter dari pengendara.

Berita Lainnya:
Krisis Kesehatan Terus Berlanjut, Korsel Kerahkan 2.700 Perawat Tambahan

Sebelumnya juga pada Selasa, tentara Israel mengumumkan kalau  mereka telah mencatat sekitar 35 peluncuran rudal dari wilayah Lebanon menuju wilayah Jabal Al-Jarmaq di utara negara pendudukan.

Sebagai balasan, pihak militer Israel mengatakan, “Pesawat-pesawat tempur membom sebuah situs militer dan beberapa infrastruktur militer Hizbullah di wilayah Al-Haniya, Jabshit, Al-Basriyah dan Al-Mansouri.”

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Ancam Hizbullah akan Membayar Harga yang Sangat Mahal

Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel Letjen Herzi Halevi memperingatkan pada Selasa kalau Hizbullah akan “membayar harga yang sangat mahal” atas serangan yang terus menerus terhadap Israel utara.

Berita Lainnya:
Parlemen Israel: Perang Selesai Jika Warga Yahudi Menetap di Gaza Utara

Rentetan roket terjadi beberapa jam setelah puluhan proyektil ditembakkan oleh Hizbullah ke lokasi militer sensitif di Israel utara.

Serangan Hizbullah itu merupakan balasan atas serangan Israel ke wilayah jauh di dalam Lebanon sehari sebelumnya.

“Hizbullah memutuskan pada tanggal 7 Oktober malam hari bahwa mereka akan bergabung. Untuk itu, mereka harus membayar harga yang sangat mahal,” kata Halevi saat berkeliling di Israel utara, bersama Panglima Komando Utara, Mayjen Ori Gordin, dan komandan Divisi 146, Brigjen Yisrael Shomer

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi