Kamis, 18/04/2024 - 18:48 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Temukan Kejanggalan, Roy Suryo Sebut Sirekap Tak Layak Dipakai

ADVERTISEMENTS

BANDA ACEH – Pakar telematika, Roy Suryo mengatakan, Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap), alat bantu penghitungan Pemilu tak layak dipakai.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Roy menyebut, Sirekap merupakan sistem yang berulang kali mengalami perubahan ketika beroperasi.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

“Ibaratnya pertandingan sudah bermain, softwarenya diperbaiki,” kata Roy dalam jumpa pers di Pelataran Menteng, Jakarta, Rabu (28/2/2024).

ADVERTISEMENTS

Dia menuturkan, dirinya mencatat setidaknya ada 10 kali perubahan dalam Sirekap ketika digunakan.

“Sehingga membuat orang yang tadinya mendownload Sirekap ini pada awal Januari, yang didownload oleh KPPS itu tidak sama, jadi kesalahannya bisa masif,” ujar Roy.

Berita Lainnya:
Sudah Menang Pilpres 2024, Prabowo Masih Ungkit Nilai 11 yang Diberikan Anies

Mantan politikus Partai Demokrat ini menganggap Sirekap tak layak digunakan untuk menghitung rekapitulasi suara.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Kabinda Sebut Hampir Tidak Ada Daerah Rawan pada Pemilu 2024 di Kalbar

“Artinya apa, sistem ini tidak layak untuk kemudian digunakan sebagai sistem yang dipertaruhkan untuk kemajuan bangsa ini,” ucap Roy.

Selain itu, kata Roy, pada 14 Februari 2024 Sirekap diklaim mendapatkan serangan oleh hacker.

“Sebenarnya bukan dihack tapi memang dimatikan. Kenapa dimatikan? Karena untuk memasukan skrip, untuk memasukan program colongan,” ungkapnya.

Menurutnya, pada hari yang sama sekira pukul 19.00 WIB, sudah muncul persentase perolehan suara pasangan calon (paslon) Pilpres 2024 di Sirekap.

Berita Lainnya:
Amin dan Ganjar-Mahfud Masih Berpeluang Menang Sengketa Pilpres

Di mana, pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar mendapatkan perolehan suara 24 persen.

Kemudian, pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming 58 persen dan nomor urut 3, Ganjar PranowoMahfud MD sebanyak 17 persen.

“Padahal itu hari pertama jam 7 malam, belum ada data TPS yang masuk, ada buktinya,” tutur Roy.

Roy menambahkan, dirinya memiliki semua bukti kejanggalan tersebut dan siap mempertanggungjawabkannya.

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi