Rabu, 24/04/2024 - 16:57 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Makanan Ultraproses Dikaitkan dengan Risiko Kanker dan Penyakit Jantung

ADVERTISEMENTS

JAKARTA — Mengonsumsi makanan ultraproses secara berlebihan terbukti berkaitan dengan risiko kanker dan penyakit jantung. Tidak hanya itu, tinjauan studi berskala besar menyebut terdapat total 32 dampak berbahaya bagi kesehatan yang dihubungkan dengan menyantap makanan ultraproses.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

Makanan ultraproses biasanya lebih tinggi lemak, gula, dan garam, serta mengandung bahan kimia, pewarna, pemanis, dan pengawet yang memperpanjang umur simpan. Jenis makanan tersebut termasuk makanan panggang kemasan, minuman bersoda, sereal manis, dan makanan siap saji.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Para peneliti mengatakan strategi menyelurug harus dikembangkan untuk mengurangi konsumsi makanan ultraproses guna meningkatkan kesehatan masyarakat dunia.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Penanganan Multidisiplin Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker

Tinjauan penelitian dilakukan oleh para akademisi di Australia, Amerika Serikat, dan Prancis. Mereka menganalisis 14 studi yang diterbitkan dalam tiga tahun terakhir.

ADVERTISEMENTS

Semuanya menghubungkan makanan ultraproses dengan kondisu kesehatan yang buruk. Dalam deretan studi yang dianalisis itu, setidaknya ada 9,9 juta orang yang menjawab pertanyaan tentang kebiasaan makan mereka dan konsumsi makanan ultraproses.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Asupan makanan ultraproses yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 50 persen, risiko diabetes tipe dua sebesar 12 persen, dan risiko timbulnya gangguan kecemasan sebesar 48-53 persen.

Ada juga bukti yang sangat sugestif bahwa mengonsumsi lebih banyak makanan ultraproses dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe dua, masalah tidur, dan kematian akibat penyakit jantung sebesar 40-66 persen. Ulasan studi itu telah diterbitkan di BMJ.

Berita Lainnya:
Tanda-Tanda Janin Meninggal dalam Kandungan dan Penyebabnya

Tingkat konsumsi yang lebih besar terhadap makanan ultraproses dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap dampak kesehatan yang merugikan seperri kardiometabolik dan gangguan mental umum. Mengonsumsi makanan ultraproses juga meningkatkan risiko depresi lebih dari 22 persen.

“Temuan ini memberikan alasan untuk mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas penggunaan langkah-langkah berbasis populasi dan kesehatan masyarakat untuk menargetkan dan mengurangi paparan makanan ultra-olahan untuk meningkatkan kesehatan,” ujar para peneliti, dikutip dari laman Standard, Ahad (3/3/2024).

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi