Selasa, 25/06/2024 - 15:39 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIPERTANIAN

Mentan Optimistis Pompanisasi Mitigasi Penurunan Produksi Padi Akibat El Nino

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menggelar tanam padi serentak di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, pada Rabu, (20/12/2023).

JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meyakini pompanisasi efektif dalam peningkatan produksi komoditas pangan khususnya padi. Saat meninjau area pompanisasi di Kabupaten Grobogan, Amran mengatakan langkah ini dilakukan untuk memitigasi dampak El Nino terhadap penurunan produksi berbagai komoditas pangan khususnya padi.

“Target kita adalah pompanisasi, yang dulunya tanam satu kali bisa menjadi dua kali, dua kali bisa menjadi tiga kali. Air ini kita sedot menggunakan pompa, ini kami lakukan khususnya untuk memitigasi resiko dampak El Nino yang ditimbulkan,” kata Amran dikutip dalam keterangannya, Jumat (22/3/2024).

Amran pun mendorong percepatan tanam melalui penerapan pompanisasi. Sistem pengairan ini dapat memberi jaminan ketersediaan air sehingga petani leluasa menanam di segala musim. 

Berita Lainnya:
Luhut Sebut 25,2 Juta UMKM Sudah Masuk ke Ekosistem Digital di 2023

Termasuk Jawa Tengah, sebagai salah satu wilayah sentra padi di Indonesia seluas kurang lebih 300 ribu hektare lahan tadah hujan yang penanamannya dapat dimaksimalkan melalui penerapan pompanisasi. Untuk merealisasikan program ini, Amran mengatakan ada anggaran biaya tambahan (ABT) untuk pertanian yang salah satu fokusnya akan digunakan untuk pengadaan ribuan unit pompa. 

 

“Kami sudah siapkan pompa untuk tahap pertama di Jawa Tengah itu 5.000 unit, karena ada 300 ribu hektare tadah hujan, yang tanamnya satu kali bisa dua kali, sehingga produksi Jawa Tengah nanti bisa meningkat,” kata Amran.

Berita Lainnya:
Nilai Tukar Petani pada Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Grobogan, Amran juga menyerahkan bantuan dengan nilai lebih dari Rp 2 miliar, bantuan tersebut berupa 2 unit pompa air, 15 unit irigasi perpompaan, dan 2 unit RJIT. Disamping itu ada juga bantuan benih padi dan jagung senilai lebih dari Rp 42 miliar.

Salah satu Petani Desa Bringin Kecamatan Bojong, Sukarji, menyambut gembira akan program pompanisasi tersebut. Ia mengaku optimistis produksi padi di wilayahnya akan meningkat karena adanya bantuan tersebut.

Dengan adanya pompanisasi ini, Kementan mau tanam kapan saja bisa, bisa kita majukan juga masa tanamnya. Karena ada sumber airnya menggunakan pompanisasi. “Ini banyak sekali membantu akhirnya bisa dua kali dalam setahun,” ujar Amran.

sumber : ANTARA

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

مَّا أَشْهَدتُّهُمْ خَلْقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَا خَلْقَ أَنفُسِهِمْ وَمَا كُنتُ مُتَّخِذَ الْمُضِلِّينَ عَضُدًا الكهف [51] Listen
I did not make them witness to the creation of the heavens and the earth or to the creation of themselves, and I would not have taken the misguiders as assistants. Al-Kahf ( The Cave ) [51] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi