Minggu, 26/05/2024 - 19:52 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

HIBURAN

Ajang Penghargaan Musik Korea Menjamur, KCMA Khawatirkan Objektivitas

NCT127 sesuai memenangkan penghargaan Daesang di Seoul Music Awards. (ilustrasi).

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

JAKARTA — Korea Music Contents Association (KMCA) menyuarakan keprihatinannya mengenai ajang penghargaan K-Pop yang menjamur dan terus bermunculan. Asosiasi menentang itu, menganjurkan ada budaya penghargaan yang lebih konstruktif dan kondusif bagi pertumbuhan industri K-Pop.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

KMCA merupakan organisasi yang terdiri dari produser musik dan distributor rekaman besar, seperti HYBE, JYP Entertainment, dan SM Entertainment. Para pelaku industri musik yang tergabung di KMCA khawatiran ada komersialisasi dari berbagai ajang penghargaan K-Pop.

Selain itu, perkara “keadilan” dalam penetapan juara yang layak menerima penghargaan juga jadi pertanyaan. Menyoroti situasi yang ada, KMCA mengungkap saat ini terdapat sekitar 20 upacara penghargaan musik populer yang diadakan setiap tahun di Korea Selatan.

Berita Lainnya:
Produser Reality Show Korea 'Pick Me Trip in Bali' Dideportasi, Begini Kronologinya

Dikutip dari laman All K-Pop, Selasa (26/3/2024), lebih dari lima ajang penghargaan baru muncul dalam lima tahun terakhir. Ada tiga hingga empat acara serupa yang diperkirakan akan diluncurkan tahun ini. Meskipun tidak menentang konsep ajang penghargaan, KMCA menolak ajang yang mengutamakan keuntungan daripada keadilan dan objektivitas.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Universal Music Group Berdamai dengan TikTok, Lagu K-Pop Bakal Bisa Dipakai Lagi

Dalam pernyataan resmi KMCA yang dirilis pada 26 Maret 2024, acara yang condong ke aspek komersial berpotensi mengeksploitasi fandom alias basis penggemar K-Pop, hanya demi keuntungan finansial. Asosiasi itu juga menyebutkan enam masalah utama yang menurut mereka ada di lanskap penghargaan K-Pop saat ini.

Deretan permasalahan itu antara lain beban finansial pada penggemar, risiko kesehatan bagi artis, tekanan berlebihan pada agensi bakat, kurangnya transparansi dalam kriteria seleksi, dan memburuknya citra industri. Masalah terakhir ialah beban bisnis bagi perusahaan manajemen.

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi