Minggu, 26/05/2024 - 22:51 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ACEH

Langsa Peringkat Kedua Penduduk Miskin Terendah di Aceh

HARIANACEH.co.id|Langsa – Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Kota Langsa telah menurun menjadi 10,53 persen, menempatkan kota ini pada urutan kedua terendah di Aceh, setelah Kota Banda Aceh yang memiliki angka 7,04 persen.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Kepala BPS Kota Langsa, Munir Ilyas, mengungkapkan, penurunan ini merupakan hasil dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) pada Maret 2023 lalu.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Angka penduduk miskin di Kota Langsa menurun dari 10,63 persen pada tahun 2022 menjadi 10,53 persen. Jadi hanya sedikit turun yaitu 0,09 persen saja,” kata Munir kepada Orinews, Selasa (26/3/2024).

Selain itu, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun menjadi 1,87 persen dari 2,17 persen, dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) turun menjadi 0,52 persen dari 0,6 persen.

Berita Lainnya:
Ketua DPRK Sebut Pengelolaan Air Limbah Domestik Isu Krusial

“Penurunan P1 menunjukkan pendapatan penduduk miskin semakin menjauhi garis kemiskinan, sementara penurunan P2 menandakan ketimpangan distribusi pendapatan semakin besar,” jelas Munir.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Munir menambahkan, peningkatan pengeluaran masyarakat menandakan penurunan tingkat kemiskinan, sedangkan pengeluaran yang rendah menunjukkan kebutuhan yang tidak terpenuhi. BPS mengukur angka kemiskinan berdasarkan pengeluaran masyarakat, dengan asumsi bahwa uang yang dimiliki akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Jika masyarakat punya uang, maka uang tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka,” ujarnya.

Untuk mengurangi angka kemiskinan lebih lanjut, Munir menyarankan agar Pemerintah Kota Langsa membuka lebih banyak lapangan kerja dan menarik investor untuk berinvestasi.

ADVERTISEMENTS

“Meningkatkan kapasitas UMKM juga akan membantu mengembangkan SDM lokal,” tambahnya.

ADVERTISEMENTS

Munir optimis, Langsa dapat mencapai posisi pertama dalam angka kemiskinan terendah jika lapangan kerja diperluas. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga menunjukkan penurunan dari 7,85 persen di tahun 2022 menjadi 7,73 persen di tahun 2023.

Berita Lainnya:
Lima Kunci Sukses Man City Juara Liga Primer Inggris Empat Kali Berturut-turut

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Langsa meningkat dari 79,96 di tahun 2022 menjadi 80,50 di tahun 2023, sementara pertumbuhan ekonomi melambat dari 4,78 persen menjadi 4,22 persen. Dengan populasi yang meningkat menjadi 194.730 jiwa.

“Kota Langsa harus bergerak cepat untuk dapat menekan angka kemiskinan dan pengangguran, dengan memperluas lapangan kerja, menjaga stabilitas harga pasar, dan meningkatkan kualitas layanan,” tutup Munir.

|Reporter: Rizky

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi