Kemudian Serda AAM menyarankan keluarga korban agar Iwan mengikuti tes di Padang. Di sinilah yang menjadi titik awal serangkaian kebohongan Serda AAM kepada keluarga korban. Dia menipu demi harta hingga menghabisi nyawa korban.
Pada tanggal 16 Desember 2022, Serda AAM mendatangi rumah keluarga Iwan Telaumbanua di Desa Lahusa Idanetae. Dia menyampaikan kepada keluarga agar Iwan dibawa ke Padang untuk mengikuti seleksi di sana dan akan dibantu oleh pamannya yang berdinas di Lantamal II Padang.
Keluarga menyetujuinya dengan menanggung segala biaya perjalanan ke Padang, berangkat melalui Pelabuhan Gunungsitoli. Pada tanggal 22 Desember 2022 Serda AAM mengirimkan foto Iwan Sutrisman kepada keluarga dengan mengunakan pakai dinas TNI lengkap dan kepala sudah digundul.
Dia menyampaikan korban Iwan Sutrisman sudah lulus dan akan mengikuti Pendidikan di Tanjung Uban serta kembali meminta kepada keluarga agar mentransfer sejumlah uang.
Pada pertengahan April 2023, Serda AAM menghubungi keluarga Iwan lewat pesan WA agar menyiapkan burung murai batu sebanyak 2 ekor untuk di serahkan kepada pamannya yang berdinas di Padang. Lalu keluarga Iwan Sutrisman membeli 2 ekor burung murai seharga Rp14.000.000.
Setelah keluarga Iwan Sutrisman Telaumbanua mendapatkan burung murai batu, mereka menghubungi Serda AAM. Kemudian Serda AAM datang ke rumah untuk mengambil burung untuk dibawa ke Padang.
Saat Serda AAM datang mengambil burung murai batu di Desa Lahusa Idanetae, dia menyampaikan kepada keluaraga agar menghadiri pelantikan Iwan Sutrisman di Tanjung Uban pada September 2023.
Pada tanggal 3 September 2023, Serda AAM menghubungi keluarga Iwan Sutrisman Telaumbanua agar menghadiri pelantikan di Tanjung Uban awal Oktober 2023 dan meminta uang untuk ongkos berangkat ke Tanjung Uban untuk turut menghadiri pelantikan sebesar Rp3.700.000.
Selanjutnya tanggal 3 Oktober 2023, Keluarga Iwan Sutrisman Telaumbanua berangkat dari Lahusa Idanotae menuju ke Tanjung Uban sebanyak 4 orang untuk mengikuti acara pelantikan. Mereka yakni Ama Rohani Telaumbanua, kakek dari Iwan Sutrisman Telaumbanua, Ama Pian Telaumbanua ayah Iwan Sutrisman Telaumbanua, Ama Princes Telaumbanua dan Yanto Telaumbanua kakak korban.
Pada tanggal 06 Oktober 2023, keluarga Iwan Sutrisman Telaumbanua tiba di Tanjung Uban dan menghubungi Serda AAM menanyakan kapan hari pelantikan. Namun Serda AAM meyampaikan kepada keluarga pelantikan ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan. Dia juga mengatakan Iwan Sutrisman Telaumbanua terpilih sebagai pasukan khusus Marinir sehingga keluarga menunggu kepastian selama 1 minggu di Tanjung Uban.






























































































