Sabtu, 25/05/2024 - 11:09 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMISYARIAH

Wapres: Realisasi Pembiayaan SBSN di Sulut Capai Rp 2,4 Triliun

MANADO — Wakil Presiden (Wapres) K H Ma’ruf Amin mengatakan realisasi pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di Sulawesi Utara (Sulut) mencapai Rp 2,4 triliun.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

“Sulut menjadi salah satu lokasi sebaran pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dengan puluhan proyek,” kata Wapres RI Ma’ruf Amin, saat menghadiri Pengukuhan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), di Manado, Kamis (4/4/2024).

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan
Berita Lainnya:
Sebanyak 4.730 Masjid Jadi Nasabah Bank Muamalat

Wapres mengatakan, selama 2013 hingga 2023, terdapat 86 proyek infrastruktur senilai Rp 2,4 triliun yang bersumber dari SBSN.

Salah satunya, Pembangunan Bandara Bolaang Mongondow yang baru diresmikan,” kata Wapres.

 

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Dia mengatakan hal ini adalah bentuk kontribusi pembiayaan berbasis syariah untuk memacu pertumbuhan ekonomi regional. Wapres RI berharap dengan pembentukan KDEKS di Sulut, akan mempercepat pengembangan ekonomi keuangan syariah di Sulut.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Laksanakan Perintah Jokowi, AHY Cek Tempat Relokasi Korban Erupsi Gunung Ruang

Hadir pada acara ini, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Plt Direktur Eksekutif KNEKS Taufik Hidayat, Walikota Manado Andrei Angouw, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulut Sarbin Sehe, Ketua MUI Provinsi Sulut K H Abdul Wahab Abdul Ghafur, serta segenap jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulut.

 

ADVERTISEMENTS

sumber : ANTARA

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi