Kamis, 23/05/2024 - 01:18 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

14 Orang Meninggal Dunia Tertimbun Tanah Longsor di Tana Toraja

[Ilustrasi] Tim gabungan tanggap bencana membersihkan material tanah longsor yang menutupi badan jalan.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

MAKASSAR — Bencana tanah longsor melanda Kabupaten Tana Toraja di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulse), Sabtu (13/4/2024). Sampai dengan Ahad (14/4/2024) proses evakuasi masih terus dilakukan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) melaporkan, 14 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat tertimbun material tanah longsor.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja masih terus bekerja dengan tim pencarian, dan tim pertolongan melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang,” begitu kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam siaran pers yang diterima wartawan, Ahad (14/4/2024). 

Berita Lainnya:
Kepolisian Mabes Polri Diduga Gerebek Pabrik Narkotika di Canggu

Dia menerangkan, bencana tanah longsor di Tana Toraja disebabkan lantaran intensitas hujan yang tinggi di sejumlah kawasan dengan kondisi tanah tak stabil, pada Sabtu (13/4/2024). Beberapa titik tanah longsor diketahui di Desa Lembang Randan Batu, di Kecamatan Makale Selatan. Dan di Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale. “Laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalpos) BNPB rincian korban jiwa dalam peristiwa tersebut di antaranya di Kecamatan Makale Selatan terdapat tiga warga meninggal dan satu dilaporkan hilang. Sedangkan di Kecamatan Makale, 11 orang dinyatakan meninggal dan dua orang lainnya mengalami luka-luka,” begitu kata Abdul.

Berita Lainnya:
VIRAL Bawa Kabur Motor Kurir yang Sedang Antar Paket, Pelaku Babak Belur Dihajar Warga

Sampai Ahad (14/4/2024) upaya pencarian korban lainnya masih terus dilakukan. Akan tetapi, kata dia, sejumlah kendala alam menjadi hambatan. Selain karena titik lokasi bencana yang berada di dataran tinggi. Juga dikatakan proses evakuasi dan pertolongan juga terhambat lantaran situasi hujan sedang dan tinggi yang masih terjadi di kawasan tersebut. “Sehingga titi-titik longsor sulit dicapai. Dan jalan menuju Kecamatan Makale sulit dilalui kendaraan yang membuat tim penangnan darurat harus berjalan kaki,” begitu ujar dia.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi