Senin, 27/05/2024 - 04:58 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIPERTANIAN

Pertanian Cerdas Tingkatkan Produktivitas Hingga Dua Kali Lipat

Pertanian berbasis smart farming.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

JAKARTA — Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian (Kementan) Sandi Octa Susila megatakan, penerapan pertanian cerdas (smart farming) dapat meningkatkan produktivitas hasil panen hingga dua kali lipat.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Hal itu ia sampaikan berdasarkan pengalaman pribadinya mengelola lahan 120 hektare di Cianjur, Jawa Barat. Dimana sebagian lahan pertaniannya dibuat rumah kaca (green house), serta menerapkan sistem pertanian cerdas.

“Dari sisi produksi kalau memang ideal kami kerjakan tomat biasanya 3 kilogram, maka di green house itu bisa 6 kilogram. Jadi ada yang bisa hampir tembus dua kali lipat,” kata Sandi.

Menurut Sandi, alasan produktivitas hasil panen miliknya bisa meningkat di lahan yang menerapkan sistem smart farming, yakni dikarenakan pihaknya bisa melakukan pengawasan yang lebih optimal dan teratur.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
World Water Forum Hasilkan Kesepakatan Pendanaan Infrastruktur Air di IKN dan Banten

 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Adapun mekanisme yang digunakan oleh pihaknya di antaranya yakni sistem pengolahan lahan yang lebih modern. Dengan demikian, petani dapat membantu penyesuaian suhu optimal bagi tanaman, penggunaan traktor, pencatatan digital, serta mencoba menggunakan pesawat nirawak (drone) untuk memantau tanaman, kondisi tanah, dan faktor lainnya.

“Kemarin sempat kami uji untuk menggunakan drone,” kata dia.

ADVERTISEMENTS

Selain memberikan dampak positif meningkatkan produktivitas hingga dua kali lipat, ia mengatakan sejak diterapkannya sistem pertanian cerdas, pihaknya juga bisa mempersingkat usia panen tanaman pangan, salah satunya cabai rawit.

ADVERTISEMENTS

“Cabai rawit kalau panen delapan sampai sembilan kali sudah habis. Tapi begitu di green house kami tanam bisa sekitar 15 kali panen,” ungkap Sandi.

Berita Lainnya:
Kementan Ajak ICMI Atasi Masalah Pertanian Saat Gejolak Global-El Nino

Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun 2023 telah menggandeng Korea Agency of Education, Promotion and Information Service in Food, Agriculture, Forestry and Fisheries (EPIS KOREA) untuk meningkatkan kualitas pertanian cerdas di Tanah Air.

Kerja sama itu meliputi peningkatan kualitas dan pendapatan atau Project on Enhancing Millenial Farmer’s Income by Adopting K-Smart Farm Technologies in Indonesia. Lokasi proyek berada di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Jawa Timur dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor Jawa Barat.

 

 

sumber : ANTARA

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi