Senin, 20/05/2024 - 12:58 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Gus Muhdlor Akui Hormati Proses Hukum

 SURABAYA — Komisi Pemberantasan Korupsi baru saja menetapkan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor sebagai tersangka kasus korupsi hasil pemotongan insentif ASN di Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo. Gus Muhdlor menyatakan, dirinya menghormati proses hukum yang berjalan di KPK.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

“Kami menghormati keputusan yang dikeluarkan oleh KPK, kami mohon doa kepada seluruh masyarakat Sidoarjo,” kata Gus Muhdlor usai menghadiri Halal Bihalal bersama seluruh OPD di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Selasa (16/4/2024).

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan
Berita Lainnya:
BPOM Diminta Proakif Atasi Isu Seputar Bromat di AMKD

Muhdlor enggan menanggapi lebih jauh terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Untuk selanjutnya, Gus Muhdlor menyatakan akan menyerahkan kasus yang menyeret namanya itu kepada tim hukum yang telah disiapkan.

“Terkait hal yang lebih lanjut mungkin bisa dikomunikasikan lagi bersama tim pengacara kami,” ujar Muhdlor.

Berita Lainnya:
Pakar Hukum Puji Kemampuan Penyidik Kejagung Telusuri Aset Korupsi

 

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Gus Muhdlor kembali menegaskan, secara umum dirinya menghormati dan siap mengikuti serangkaian proses hukum yang dijalankan komisi antirasuah tersebut. Ditanya terkait potensi mengajukan praperadilan, ia sepenuhnya melimpahkan ke tim hukum yang telah disiapkan.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Yang jelas proses ini kami hormati. Karena ini negara hukum, banyak jalan yang akan ditempuh kami mohon doanya,” ucapnya.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi