Kamis, 30/05/2024 - 14:37 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Deteksi Tanda Parkinson dengan Konsep TRAP, Begini Cara Mengetahuinya

JAKARTA — Dokter spesialis neurologi dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof Dr dr Mahar Mardjono, dr Rizka Ibonita, mengatakan konsep TRAP dapat digunakan untuk mendeteksi tanda-tanda Parkinson, sebuah penyakit neurodegeneratif.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

TRAP merupakan singkatan dari beberapa kata. “T-nya Tremor. Tremor artinya gerakan gemetar yang kita tidak kendalikan. Nah, tremor pada Parkinson ini biasanya di saat istirahat. Jadi nggak lagi aktivitas nih, tangannya ditaruh aja udah gemetar,” ujarnya dalam “Talkshow Kesehatan Dalam Rangka Hari Parkinson Sedunia” yang disiarkan di kanal YouTube RS tersebut di Jakarta, Kamis (18/4/2024).

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Dia menjelaskan, tremor tidak hanya muncul pada penderita Parkinson saja, namun memang gejala paling umum penyakit itu adalah tremor. Akan tetapi, kata Rizka, tremor karena Parkinson memiliki kekhasan tersendiri.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

“Biasanya kalau Parkinson ini khas, dia didahului di satu sisi dulu, baru ke sisi sebelahnya,” katanya.

Berita Lainnya:
Video Perundungan Siwsi SMP Bojonggede Viral, KPAI Minta Dihapus dari Media Sosial

 

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Adapun R, kata dokter itu, artinya adalah rigiditas atau kaku, terutama di persendian serta otot-otot besar. Sedangkan A adalah akinesia atau bradikinesia, di mana gerakan seseorang menjadi lambat.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Kata dokter itu, sering kali perlambatan gerak tersebut terlewatkan pada pasien Parkinson, terutama yang lanjut usia, di mana seseorang menganggap hal tersebut wajar bagi yang sudah tua. Padahal, katanya, gerakan lambat orang tua tidak seharusnya selambat gerakan pada Parkinson, sehingga perlu dicek lebih lanjut.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Dan yang terakhir, P, postural instability. Artinya itu adanya gangguan postural. Jadi hilang keseimbangan. Rasanya goyang-goyang terus, mau jalan, oleng. Gampang jatuh,” dia menjelaskan.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
ADVERTISEMENTS

Dia menjelaskan bahwa rentang usia penderita Parkinson adalah 40-70 tahun, dan yang terbanyak di usia 60 tahun. Akan tetapi, katanya, menurut data statistik, penyakit tersebut kini dapat menyerang orang di bawah usia 40-an.

ADVERTISEMENTS

Sebelum gejala-gejala motorik tersebut muncul, katanya, biasanya didahului dengan gejala nonmotorik. “Sebetulnya kalau berdasarkan riset, gejala nonmotorik ini sebetulnya 6 tahun atau 8 tahun sebelumnya sebetulnya sudah muncul. Cuma ceritanya belum perhatikan, ceritanya belum sadar ya. Gejalanya itu yang pertama sih, gejala gangguan penciuman,” katanya.

Berita Lainnya:
Mengenal Penyakit Parkinson dan Cara Menanganinya

Dia menjelaskan, gangguan-gangguan nonmotorik lainnya adalah gangguan tidur, gangguan kognitif, suasana hati yang tidak stabil menjadi sering marah-marah, serta susah buang air besar. Dia menyebutkan bahwa Parkinson disebabkan oleh berbagai hal, contohnya antara lain kerusakan sel-sel otak yang memproduksi dopamin, infeksi, makan makanan yang mengandung pestisida, dan obat-obatan tertentu misalnya obat-obatan untuk gangguan kejiwaan.

sumber : Antara

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi