Kamis, 23/05/2024 - 01:23 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Kisah Umar bin Abdul Aziz Mencopot Gubernur

JAKARTA — Cerita perihal pergantian jabatan dalam sebuah kekuasaan atau pemerintahan bukanlah sesuatu yang baru. Hal ini juga sempat terjadi di masa sahabat Nabi, yaitu  Umar bin Abdul Aziz.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Khalifah Umar diceritakan baru saja melantik seseorang sebagai pimpinan di suatu wilayah. Tak lama, ia mendapat kabar bahwa sosok tersebut pernah menjadi pimpinan yang diangkat oleh Hajjaj bin Yusuf.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi, dalam bukunya berjudul Kisah-Kisah Sahabat, menyebut Hajjaj merupakan Gubernur yang zalim pada zaman pemerintahan Yazid bin Muawiyah. Segera, Umar bin Abdul Aziz memutuskan untuk membatalkan penunjukkan tersebut.

Mendengar keputusannya ini, orang tersebut berkata, “Aku hanya sebentar bekerja pada Hajjah.” Khalifah Umar lantas menjawab, “Satu hari atau kurang bersamanya, sudah cukup membuat buruk seseorang.”

Berita Lainnya:
Kisah Perintah Menyembelih Nabi Ismail di Bulan Dzulhijjah

 

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Dalam buku yang ia tulis, Syekh Maulana Zakariyya menyebut pengaruh suatu pergaulan pasti akan membekas. Jika seseorang berteman dengan orang-orang yang bertakwa, maka tanpa terasa ketakwaan itu akan membekas dalam dirinya dengan mudah.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Demikian pula jika seseorang berteman dengan orang fasik, tanpa terasa kebaikannya itu juga akan mempengaruhinya,” ujar dia.

Karena itu, berteman dengan orang yang memiliki akhlak buruk itu dilarang. Bahkan hanya berdekatan dengan binatang, seseorang dapat terpengaruh olehnya.

ADVERTISEMENTS

Kisah Khalifah Umar mencopot jabatan seseorang yang berlaku zalim tidak berhenti di situ. Ia pernah memecat Khalid ibn Rayyan dan memilih Amr ibn Muhajir al-Anshari sebagai penggantinya.

ADVERTISEMENTS

“Lepaskan pedang itu darimu,” ujar Umar kepada Khalid. Setelahnya, ia menengadah dan berdoa, “Ya Allah, aku telah merendahkan Khalid ibn Rayyan karena-Mu. Ya Allah, jangan Engkau angkat dia selama-lamanya.”

Berita Lainnya:
Bacaan yang Diajarkan Rasulullah SAW Ini Jadi Tiket Menuju Surga

Di Mesir, sosoknya juga pernah memecat pejabat pengurus pajak bumi, Usamah ibn Zaid At-Tanukhi. Alasan pemecatannya karena Usamah merupakan sosok yang ceroboh, zalim, kerap menerapkan hukuman potong tangan untuk kasus yang belum jelas dan tidak memperhatikan syarat-syarat potong tangan.

Sebelum keputusan ini dikeluarkan, Umar telah beberapa kali menasihati khalifah terdahulu untuk memecat Usamah. Namunm apa yang ia sampaikan tidak digubris.

Karena itu, ketika Khalifah Umar memiliki kewenangan untuk mencabut jabatan Usamah tanpa hormat, ia tak menyia-nyiakannya. Bahkan, Usamah dipenjara di dua kota berbeda, yaitu Mesir dan Palestina, masing-masing satu tahun.  

sumber : Dok Republika

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi