Kamis, 30/05/2024 - 00:47 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Pemkot Madiun Waspada Potensi Bencana Dampak Cuaca Ekstrem

MADIUN — Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur (Jatim), mewaspadai potensi terjadinya bencana alam hidrometeorologi di wilayah itu sebagai dampak dari cuaca ekstrem karena perubahan iklim. Salah satu yang dilakukan yaitu melakukan apel kesiapsiagaan bencana dan menyiapkan personel yang tanggap.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

“Bencana tidak bisa direncanakan, datangnya juga tidak bisa diprediksi. Karenanya Pemkot Madiun selalu siap,” ujar Wali Kota Madiun Maidi saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana di Lapangan Rejomulyo, Kota Madiun, Jumat (19/4/2024).

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Menurut dia, potensi bencana tetap ada di Kota Madiun walaupun bukan daerah kategori rawan berat bencana. Apalagi Kota Madiun berada di dataran rendah di antara dua gunung yakni, Gunung Lawu dan Wilis, serta berada di aliran anak Sungai Bengawan Solo yakni Bengawan Madiun. Sehingga potensi tersebut tetap ada, seperti bencana banjir dari air kiriman hingga angin puting beliung.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
Presiden Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lokasi Terdampak Banjir Bandang Sumbar Pakai Helikopter

Oleh karena itu, kata dia, berbagai upaya pencegahan dan mitigasi bencana harus dilakukan, salah satunya meningkatkan kesiapsiagaan personel BPBD, peralatan penanggulangan bencana, pemetaan daerah rawan, meningkatkan partisipasi masyarakat, hingga sinergi dengan daerah lain. Selain itu di rawan banjir luapan Sungai Bengawan Madiun juga sudah dipasang alat deteksi bencana dini atau Early Warning System (EWS). Tanda kewaspadaan dini tersebut diharap bisa meningkatkan kewaspadaan masyarakat saat bencana tiba.

Wali kota berharap bencana tidak menghampiri Kota Madiun. Namun, saat bencana tiba setidaknya personel maupun masyarakat sudah lebih siap sehingga dampaknya bisa diminimalkan.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

“Tentu kita tidak menginginkan bencana. Tetapi kalau itu terjadi, setidaknya masyarakat sudah lebih waspada dan petugas siap sehingga dampaknya bisa kita tekan,” kata Wali Kota Maidi.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan
Berita Lainnya:
BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Sumatera Selatan

Peran serta masyarakat juga tak kalah penting. Pemkot Madiun juga terus mendorong warga Kota Madiun terlibat dalam pencegahan bencana, salah satunya dengan pembersihan sanitasi lingkungan. Pemkot Madiun memberikan anggaran Rp 10 juta per RT untuk pembersihan saluran air mencegah luapan air.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Anggaran itu ditingkatkan dari Rp 9 juta per RW, kemudian Rp 5 juta per RT, dan tahun ini menjadi Rp 10 per RT. “Kalau hanya mengandalkan pemerintah tentu kurang optimal. Silakan lingkungan dibersihkan masing-masing. Dengan pembersihan saluran air, tak hanya mencegah banjir, namun juga mencegah penyakit, seperti demam berdarah dan diare,” katanya. Sementara kesiapsiagaan bencana diikuti oleh petugas BPBD, Satpol PP, TNI, Polri, relawan tanggap bencana, dan perwakilan masyarakat.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
ADVERTISEMENTS

sumber : Antara

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi